HETANEWS.com - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang Aliansi Perguruan Tinggi Badan Usaha Milik Negara atau APERTI BUMN kembali membuka pendaftaran program beasiswa pada 12 Juni 2021. Beasiswa APERTI BUMN 2021 ini diperuntukkan bagi siswa siswa lulusan SMA/SMK tahun 2020 atau 2021 yang berminat mengikuti kuliah program Sarjana atau Diploma.

Berita terpopuler selanjutnya tentang peneliti klimatologi di Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Erma Yulihastin, mengungkap penyebab hujan yang masih terjadi hampir setiap hari belakangan ini. Hujan, bahkan berintensitas tinggi, masih terjadi terutama di wilayah barat Indonesia (Jawa dan Sumatra) di periode yang biasanya sudah masuk musim kemarau.

Selain itu, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta pemerintah pusat dan daerah segera menghentikan uji coba Pembelajaran Tatap Muka di sekolah dan kampus di sejumlah daerah di mana kasus Covid-19 melonjak tak terkendali. Parameternya adalah positivity rate (jumlah kasus terkonfirmasi positif dari total sampel) di atas lima persen.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno.

1. 9 Perguruan Tinggi Milik BUMN Buka Pendaftaran Beasiswa Penuh Selama Kuliah

Aliansi Perguruan Tinggi Badan Usaha Milik Negara atau APERTI BUMN kembali membuka pendaftaran program beasiswa pada 12 Juni 2021. Beasiswa APERTI BUMN 2021 ini diperuntukkan bagi siswa siswa lulusan SMA/SMK tahun 2020 atau 2021 yang berminat mengikuti kuliah program Sarjana atau Diploma.

Beasiswa ini hanya di buka bagi 9 perguruan tinggi APERTI BUMN, di antaranya Universitas Pertamina (UP), Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Telkom University (Tel-U), Politeknik Pos Indonesia (POLTEKPOS), Sekolah Tinggi Manajemen Logistik (STIMLOG), Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS), Institut Teknologi Perusahaan Listrik Negara (IT-PLN), Bank Rakyat Indonesia (BRI) Institute, dan Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP).

Untuk biaya pendaftaran beasiswa APERTI BUMN ini tidak dipungut biaya. Nantinya bagi penerima beasiswa akan mendapatkan beasiswa penuh 100 persen selama masa studi di perguruan tinggi yang dipilih, dengan ketentuan berlaku di masing masing perguruan tinggi.

2. Hujan Hampir Setiap Hari di Bulan Juni, Ini Jawabnya

Peneliti Klimatologi di Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Erma Yulihastin, mengungkap penyebab hujan yang masih terjadi hampir setiap hari belakangan ini. Hujan, bahkan berintensitas tinggi, masih terjadi terutama di wilayah barat Indonesia (Jawa dan Sumatra) di periode yang biasanya sudah masuk musim kemarau.

Erma menerangkan, hujan masih sering terjadi sejak awal Juni karena pengaruh dinamika laut-atmosfer yang terjadi di Samudera Hindia. Dia menunjuk pembentukan pusat tekanan rendah berupa pusaran angin yang dinamakan vorteks di selatan ekuator, dekat pesisir barat Sumatra dan Jawa.

Erma bahkan memprediksi pembentukan vorteks yang sangat intensif sejak awal Juni ini bertahan sepanjang periode musim kemarau. "Sehingga berpotensi menimbulkan anomali musim kemarau yang cenderung basah sepanjang Juli-Oktober pada tahun ini," tuturnya melalui akun medis sosial resmi LAPAN.

3. Kalau Covid-19 Tak Terkendali, FSGI Minta Tahun Ajaran Baru Tetap Daring

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta pemerintah pusat dan daerah segera menghentikan uji coba Pembelajaran Tatap Muka di sekolah dan kampus di sejumlah daerah di mana kasus Covid-19 melonjak tak terkendali. Parameternya adalah positivity rate (jumlah kasus terkonfirmasi positif dari total sampel) di atas lima persen.

Bahkan, daerah wajib menunda pembukaan sekolah pada awal tahun ajaran baru 12 Juli 2021 mendatang jika angkanya lebih besar lagi. "Ada yang mencapai 17 persen. Kondisi ini sangat tidak aman untuk buka sekolah tatap muka,” ujar Sekjen FSGI, Heru Purnomo, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa 22 Juni 2021.

Heru mengatakan, pembelajaran tatap muka yang telah mulai dilakukan secara terbatas harus dihentikan agar jumlah anak yang berpotensi terinfeksi Covid-19 dapat ditekan. Menurutnya, pemerintah pusat maupun daerah juga harus mengutamakan hak hidup dan hak sehat anak, selain hak pendidikannya, sesuai konvensi hak anak (KHA). Simak Top 3 Tekno Berita Hari Ini lainnya di Tempo.co.

sumber: tempo.co