Simalungun, Hetanews.com - Jaksa Barry Sugiarto Sihombing SH menuntut terdakwa Ancha Fernando Simangunsong (24) selama 4 tahun penjara dipotong masa tahanan sementara yang telah dijalani. Ancaman hukuman jaksa dibacakan dalam sidang online Pengadilan Negeri Simalungun Rabu (23/6).

Menurut jaksa, terdakwa Ancha Fernando Simangunsong terbukti bersalah melanggar pasal 127 (1) UU RI No 35/2009 tentang penyalahgunaan narkotika bagi diri sendiri.

Terdakwa ditangkap pada Kamis, 11 Februari 2021 dari salah satu warung pinggir jalan di Simpang Bah Jambi. 

Melihat kedatangan petugas dari Polsek Bangun, Yudi Adianto dan Eldison Damanik, terdakwa berusaha kabur dan membuang sesuatu. Setelah berhasil diamankan, terdakwa mengakui jika kaca pirex bekas dibakar berisi sisa sabu dan jarum yang dibungkus kertas putih adalah miliknya. 

Sabu dibeli dari Poltak (DPO) seharga Rp 200 ribu di lokasi persawahan Kampung Korem Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi.

Menurut saksi Eldison Damanik dan Yudi Adianto dari pihak kepolisian Polsek Bangun dalam persidangan sebelumnya jika terdakwa merupakan target operasi (TO) polisi. 

"Terdakwa ini sudah menjadi target kami bu hakim, dia sudah pernah direhab tahun lalu dan kembali tertangkap dalam kasus sabu," ungkap saksi Eldison.

Terdakwa tinggal di Huta IV Nagori Bangun Kecamatan Gunung Malela dalam persidangan didampingi pengacara prodeo dari LBH PK (Perjuangan Keadilan) Harfin Siagian SH dan Frans Silalahi SH.

Atas tuntutan jaksa tersebut terdakwa didampingi pengacaranya secara lisan memohon agar hukumannya diringankan hakim. Dengan alasan menyesali perbuatannya dan berjanji akan bertobat.

Untuk mendengar vonis dalam perkara ini, majelis hakim diketuai Roziyanti SH menunda persidangan hingga 7 Juli 2021 mendatang. "Sidang ditunda hingga 7 Juli untuk putusan," kata Rozy sambil mengetuk palu.