Simalungun, Hetanews.com - Abdi Pramudia (19), remaja asal Huta Marihat Bayu Nagori Bah Joga Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi Simalungun, terbukti mencabuli pacarnya sebut saja Rina (13 tahun). Terdakwa dituntut hukuman 7 tahun 6 bulan denda Rp 80 juta subsider 1 tahun kurungan.

Surat tuntutan jaksa Devica SH dibacakan dalam persidangan online di Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (23/6). Terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 81 (2) UU RI No 17/2016 tentang penetapan PERPPU No.1/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23/2001 tentang perlindungan anak Jo pasal 64 (1) KUHP.

Menurut jaksa, perbuatan cabul itu dilakukan terdakwa pada Selasa, 29 Desember 2020 sekira pukul 18.00 wib di rumah terdakwa. Korban Rina datang bersama temannya Nazla Apriani. Lalu korban diajak masuk ke kamar oleh terdakwa disuruh kusuk badan.

Korban naik ke atas punggung terdakwa yang sudah dalam posisi telungkup. Korban memijat dengan cara memijak tubuh terdakwa dan diintip oleh saksi Nazla. 

Lalu Nazla pergi meninggalkan terdakwa bersama korban hingga keduanya melakukan persetubuhan. Dengan bujuk rayu, terdakwa berjanji akan bertanggungjawab jika korban hamil.

Sesuai visum No 1100/VI/UPM/I/2021 dijumpai selaput darah korban sudah tidak utuh lagi. Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban kehilangan masa depan.

Atas tuntutan jaksa, terdakwa didampingi pengacara dari LBH (PK) Perjuangan Keadilan Frans Silalahi SH memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Dengan alasan menyesali perbuatannya.

Untuk pembacaan vonis, persidangan dipimpin hakim Roziyanti ditunda hingga 7 Juli 2021.

"Sidang ditunda hingga 7 Juli untuk pembacaan putusan," kata hakim Roziyanti didampingi dua hakim anggota Yudi Dharma dan Rori Sormin SH.