Simalungun, Hetanews.com - Mul (29) warga Huta IV Pematang Gajing Kecamatan Gunung Malela/Huta Nagori Kecamatan Gunung Maligas dituntut 7 tahun denda Rp 80 juta subsider 1 tahun kurungan. Tuntutan jaksa Fransiska Sitorus SH dibacakan dalam persidangan tertutup untuk umum di Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (13/6) yang digelar secara virtual.

Menurut jaksa, terdakwa terbukti mencabuli korban sebut saja Irma (16 tahun). Dengan bujuk menyetubuhi korban selama satu tahun sejak Maret 2020 hingga Maret 2021. Awalnya korban diberi paket internet 20 ribu lalu menyetubuhi korban di areal kelapa sawit PTPN IV Laras di Nagori Huta Dipar.

Sebelumnya, terdakwa men chat korban dengan mengatakan "Abang kangen," lalu dijawab korban " ya udah kita ketemuan di kebun adek lagi ngangon,".

Begitulah cara terdakwa menyetubuhi korbannya, dilakukan si lokasi yang sama saat korban mengangon kambing. Akibatnya, korban sudah kehilangan masa depan karena terdakwa tidak mau bertanggung jawab.

Sesuai visum et revertum No.854/VI/UPM/I/2021 dari RSUD Djasamen Saragih, selaput darah tak utuh lagi. Terdakwa dipersalahkan melanggar pasal 81 (2) UU RI No 17/2016 tentang penetapan PERPPU No.1/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23/2001 tentang perlindungan anak Jo pasal 64 (1) KUHP.

Didampingi pengacara Fransiskus Silalahi SH, terdakwa secara lisan memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Dengan alasan menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Untuk putusan, persidangan dipimpin hakim Roziyanti SH ditunda hingga 7 Juli 2021.