Simalungun, hetanews.com - Pamatang Raya Kasus pencurian dengan pemberatan yang dilakukan kawanan maling di kawasan Komplek Perkantoran Pemkab Simalungun mengisahkan sejuta pertanyaan. Apakah ini murni karna kelalaian dari Satpol PP yang bertugas sebagai penjaga malam atau perbuatan yang disengaja untuk mengilangkan dokumen penting.

Senin (21/06/2021), Kantor Inspektorat Pemkab Simalungun dibobol maling special Documen penting. Pihak Inspektorat Pemkab Simalungun kepada awak media online ini yang menyebutkan, ruangan penyimpanan sejumlah Documen LPJ 2017/2018 ADD, serta Documen LPJ Dana Bos lenyap digodol maling.

Yang lebih mengherankan, kejadian ini bukan hanya sekali saja terjadi melainkan sudah beberapa kali sehingga mengundang ragam pertanyaan.Pihak Inspektorat mengaku sudah ke empat kalinya Kantornya disatroni maling.

Untuk kali ini, aksi maling masuk kantor Inspektorat Pemkab Simalungun dengan cara merusak pintu dan jendela. Namun, yang menimbulkan sejumlah pertanyaan, mengapa barang barang elektronik yang cepat untuk dijual tidak diambil melainkan masih berada pada posisi semual. Sedangkan buntalan kertas yang tak laku dijual menjadi sasaran untuk dihilangkan.

Benarkah ini ada kaitannya tentang pertanggung jawaban sejumlah pejabat kala itu, sehingga sejumlah documen sebagai arsif penting lenyap.

Adapun Dokumen yang hilang dan diduga diambil dari ruangan penyimpanan Arsif diantaranya: arsip dinas pendidikan, dinas DPMN, Dinas Capil, BKD dan Inspektorat itu sendiri. Adapun dokumen itu adalah arsip pertanggungjawaban sejumlah proyek yang dinilai bermasalah.

Ketika hal ini dipertanyakan kepada Kasat Pol PP Pemkab Simalungun, Simson Damanik, Selasa (22/6), mengatakan bahwa saat ini keberadaannya masih mendampingi Dandim dan Kapolres Simalungun di Haranggaol, untuk membersihkan Kerambah Apung.

Saat dipertanyakan terkait tanggung jawab Satpol PP Pemkab Simalungun yang bertugas untuk menjaga malam lalai dalam menjalankan tugas sehingga dokumen penting raib dari kantor Inspektorat, sang Kasat Pol PP langsung memblokir no Hp wartawan.

Sejumlah pertanyaan muncul dan dalam 2 bulan ini sudah dua kali dokumen penting hilang dari kantor dinas. Apakah ini merupakan tindakan disengaja untuk mengilangkan bukti bukti korupsi, Simson Tambunan harus bertanggung jawab terhadap kejadian ini. dan, pihak polres Simalungun harus memeriksa yang bersangkutan.