Simalungun, Hetanews.com - Muhammad Taufik alias Daduk (21) warga Jalan Mawar Huta II Nagori Purba Sari Kecamatan Tapian Dolok, terbukti memiliki 0,28 gram sabu. Daduk pun divonis 5 tahun denda Rp 800 juta subsider 6 bulan penjara dipotong masa tahanan sementara yang telah dijalani.

Putusan hakim diketuai Roziyanti dibacakan dalam persidangan online terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (21/6/2021). Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ade Jaya Ismanto SH, menuntut hukuman 5 tahun 6 bulan dan denda yang sama dengan putusan hakim.

Daduk dinyatakan bersalah melanggar pasal pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Terdakwa ditangkap pada Senin 9 Nopember 2020 pukul 15.00 Wib di Lorong VII Beringin Kelurahan Sinaksak Kecamatan Tapian Dolok Simalungun oleh anggota Satnarkoba Polres Simalungun Paiduk Lumbanraja dkk.

Setelah mendapat informasi dari masyarakat jika di Gang Rido Nagori Purbasari Tapian Dolok sering terjadi penyalahgunaan narkotika. Bersama Mesran anggota masyarakat setempat para polisi melakukan penggrebekan di rumah terdakwa.

Dari dalam kamar rumah terdakwa polisi menemukan terdakwa dan satu paket sabu berikut 5 plastik klip kosong yang diakui terdakwa adalah miliknya. Sabu tersebut menurut terdakwa dibeli seharga Rp 100 ribu dari orang yang tidak dikenalnya.

Terdakwa didampingi pengacara prodeo dari LBH Perjuangan Keadilan (PK) Frans Silalahi diberi kesempatan selama 7 hari untuk menentukan sikap atas vonis hakim itu. Terdakwa bisa berpikir pikir untuk menerima putusan ataupun mengajukan banding. 

Sebelumnya, terdakwa Daduk telah memohon keringanan hukuman dari hakim. Terdakwa minta hukumannya diringankan dari tuntutan jaksa. Dengan alasan menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Persidangan dinyatakan selesai dan ditutup oleh hakim.