Simalungun, Hetanews.com - Hendrikson Sihaloho alias Ucok (28) divonis 3 tahun penjara dipotong tahanan sementara yang telah dijalani. Putusan hakim Roziyanti SH, Yudi Dharma SH dan Rory Sormin SH dibacakan dalam persidangan Senin (21/6) di Pengadilan Negeri Simalungun yang digelar secara virtual.

Terdakwa bertempat tinggal di jalan Veteran Lingkungan VII Kelurahan Sinaksak Kecamatan Tapian Dolok terbukti memiliki ganja 0,98 gram. Hakim dan jaksa sepakat menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 127 (1) huruf a UU RI No 35/2009 tentang penyalahgunaan narkotika bagi diri sendiri. 

Vonisnya diringankan hakim, yang sebelumnya dituntut jaksa Dedy Chandra Sihombing selama 3 tahun 6 bulan. Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara prodeo dari LBH PK Frans Silalahi menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut.

Menurut hakim, berdasarkan fakta persidangan, Ucok ditangkap anggota Satres narkoba Polres Simalungun Paiduk Lumbanraja, Aswin Manurung dan Fernando Nababan pada Jumat 18 Desember 2020 pukul 07.00 Wib di dalam rumahnya. Bersama dua bungkus ganja, terdakwa diserahkan ke Polres Simalungun untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Ganja tersebut diakui terdakwa dibeli dari seseorang yang dikenalnya tapi tidak tahu namanya di Gang Bajigor Kecamatan Nagapita Siantar Martoba, sehari sebelum ditangkap. Barang bukti tersebut dinyatakan dirampas untuk dimusnahkan. 

Hal yang memberatkan menurut hakim perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan berterus-terang.

               

Terdakwa Hendrik divonis 3 tahun disidang online PN Simalungun. (Foto/ay)