HETANEWS.com - Momentum bagus sedang mengiringi langkah Italia di Euro 2020. Edisi ke-16 turnamen Piala Eropa ini pun menjadi kesempatan kedua bagi Roberto Mancini untuk memberikan yang terbaik bagi Gli Azzurri.

Italia mengawali Euro 2020 dengan kemenangan telak 3-0 atas Turki pada laga pembuka Grup A di Stadion Olimpico, Sabtu (12/6/2021) dini hari WIB. Performa impresif Gli Azzurri berlanjut pada pertandingan kedua kontra Swiss, Kamis (17/6/2021).

Skuad besutan Roberto Mancini kembali membukukan kemenangan tiga gol tanpa balas. Dua kemenangan tersebut membuat Italia menjadi tim pertama yang lolos ke babak 16 besar Euro 2020. Tak hanya itu, sejumlah rekor pun berhasil dicatatkan oleh Gli Azzurri.

Di bawah asuhan Roberto Mancini, Italia sukses mengukir rekor 29 laga tanpa kalah. Kemenangan atas Swiss pada matchday 2 Euro 2020 juga membuat Gli Azzurri mencatatkan rekor 10 kemenangan beruntun, mencetak total 31 gol, dan tidak pernah kebobolan.

"Semua pertandingan sulit karena kami harus bermain melawan mereka, dan mereka adalah tim-tim kuat. Terkadang kami mendapatkan pertandingan yang lebih mudah, tapi kami harus tetap bermain dan memenangi pertandingan itu," ungkap Mancini usai laga kontra Swiss, dikutip dari Daily Mail.

Roberto Mancini sendiri resmi menukangi timnas Italia sejak Mei 2018. Ia mengambil alih tugas caretaker Luigi Di Biagio. Sebelum Mancini datang, Gli Azzurri sedang mengalami keterpukrkan.

Bersama Gian Piero Ventura, mereka gagal lolos ke Piala Dunia 2018. Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia menjadi noda bagi sepak bola Italia. Untuk pertama kali dalam 60 tahun, Gli Azzurri gagal tampil di turnamen akbar tersebut.

Mancini mulai bekerja sebagai juru racik timnas Italia dengan memimpin Gli Azzurri mengalahkan Arab Saudi 2-1 pada laga uji coba di Stadion Kybunpark, St Gallen, 28 Mei 2018.

Hingga duel kontra Swiss di Euro 2020, rekor pribadi Roberto Mancini selama menangani Italia adalah 32 pertandingan dengan hasil 23 kemenangan, 7 kali imbang, dan 2 kali kalah.

 "Saya beruntung karena memiliki pemain-pemain yang bagus yang senang bermain sepak bola dan mau mengambil risiko. Saya pikir ini adalah hal mendasar dalam pertandingan sepak bola," tutur eks pembesut Inter Milan dan Manchester City tersebut.

Pelatih timnas Italia Roberto Mancini memberi selamat kepada Ciro Imobile setelah ia mencetak gol ketiga Azzurri pada laga Grup A Euro 2020 di Estadio Olimpico pada Kamis (17/6/2021) dini hari WIB.
Foto: AFP/ALESSANDRA TARANTINO

Selama aktif menjadi pemain, Mancini adalah sosok pesepak bola hebat. Ia turut mengantarkan Sampdoria dan Lazio meraih scudetto Serie A. Duetnya bersama Gianluca Vialli di Sampdoria mendapat julukan "Goal Twins".

Selama 15 musim berseragam Sampdoria, Mancini yang biasa menempati posisi second striker berhasil mencetak 168 gol dari 566 penampilan di semua kompetisi. Meski hebat di level klub, Roberto Mancini tak banyak mendapatkan kesempatan unjuk gigi bersama timnas Italia.

Pria yang akrab disapa Mancio itu tercatat hanya dua kali masuk skuad Gli Azzurri di turnamen besar yaitu Euro 1988 dan Piala Dunia 1990. Pada Euro 1988 di mana Italia berhasil menembus semifinal, Mancini tampil empat kali dan mencetak satu gol.

Dua tahun kemduain, pada Piala Dunia 1990 yang dilangsungkan di Italia, Mancini kembali masuk skuad Gli Azzurri. Sayangnya, ia tak mendapatkan kesempatan bermain karena kalah saing dengan deretan penyerang beken Negeri Pizza semisal Gianluca Vialli, Savatore Schilacci, dan Roberto Baggio.

Karier Roberto Mancini di timnas Italia pun berakhir setelah ia terlibat perselisihan dengan pelatih Arrigo Sacchi yang enggan memberikan jaminan tempat utama kepadanya di Piala Dunia 1994.

Sepanjang kariernya, Mancini pun cuma bisa mengoleksi empat gol dari 36 penampilan bersama Gli Azzurri di pentas internasional. Setelah gagal memberikan yang terbaik bagi negara ketika masih aktif sebagai pemain, kini Roberto Mancini punya kesempatan kedua untuk menebus kegagalannya itu.

Berkaca pada dua hasil mengesankan di babak penyisihan grup, Euro 2020 menjadi momentum terbaik bagi Italia untuk mengakhiri puasa gelar Piala Eropa yang sudah berlangsung selama lebih dari setengah abad.

Dalam sejarah Piala Eropa, Gli Azzurri baru sekali tampil sebagai juara yaitu pada 1968 di negeri sendiri. Setelah itu, prestasi terbaik Italia di Euro adalah menjadi runner-up pada 2000 dan 2012.

Usai mengemas kemenangan telak atas Turki dan Swiss, Gli Azzurri yang sudah menggenggam tiket ke babak 16 besar Euro 2020 selanjutnya akan menghadapi Wales.

Sumber: kompas.com