Siantar, Hetanews.com - Perkumpulan Pemimpin Redaksi (Pemred) Kabupaten Simalungun-Kota Pematangsiantar mengutuk dan mendesak kepolisian ungkap penembakan yang menyebabkan tewasnya Mara Salem Harahap (42), Pemred lassernewstoday.com, tak jauh dari kediaman korban di Jalan Pasar 3, Nagori (Desa) Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sabtu (19/6/2021), sekitar pukul 02.00 WIB. Selain itu, aktor intelektualnya ditangkap.

Marsal (Mara Salem) tewas menuju Rumah Sakit Vita Insani Kota Pematangsiantar, " ucap Pemred Siantar News24jam, Rencana Siregar kepada wartawan, di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan, tempat jenazah Marsal untuk keperluan otopsi.

Kata Rencana Siregar, korban salah satu saudara dan sahabatnya yang tewas ditembak oleh orang tidak dikenal atau oknum menggunakan senpi laras pendek. Sehingga kaki sebelah kiri tembus hingga ke alat kelaminnya mengakibatkan korban tewas di dalam perjalanan menuju ke rumah sakit terdekat.

Dia mengaku, dalam dua pekan ini korban sangat kritis memberitakan peristiwa peredaran narkoba di tempat hiburan malam yang ada di Kota Pematangsiantar dan Simalungun. Akibat dari pemberitaan itu, ada yang tidak senang dan menyuruh oknum bersenpi untuk menghabiskan korban di kediamannya tersebut.

Dari kejadian itu, Marsal meninggalkan seorang istri bernama Bonia (38) dan kedua anaknya perempuan yang masih kecil.

Tidak itu saja, pihaknya meminta kepada seluruh elemen masyarakat di mana tempat kejadian dapat bekerja sama dengan pihak berwajib untuk mengungkap peristiwa yang telah dialami korban Marsal agar kasus tersebut dapat terbongkar.

"Saya meminta kepada penegak hukum baik yang ada di TKP maupun pihak Polda Sumut mengungkap kasus ini hingga tuntas. Tentunya diawali dengan ancaman-ancaman yang telah diperoleh Marsal, hingga korban ditembak oleh oknum, sebagai bukti petunjuk dan atau bukti sebagai proses awal mengungkap dan atau membongkar kasus yang dialami rekan kami, " paparnya.

Peristiwa penembakan kepada korban Marsal adalah suatu tindakan biadab yang tidak memiliki moral, sehingga apa yang dialami rekan satu profesi sebagai pekerja media telah membuat seluruh jurnalis berang.

"Jangan takut kita lawan bentuk sikap biadab ditunjukkan oleh para pelaku tersebut. Saya juga berharap aktor intelektualnya juga harus ditangkap oleh Polres Simalungun yang sudah bekerja melakukan penyelidikan di TKP, " tambahnya.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada seluruh wartawan yang ada di Sumut juga kepada masyarakat agar membantu dan mempercayakannya kepada aparat penegak hukum baik Polres Simungin hingga Polda Sumut dalam menangani Insiden yang telah dialami korban Marsal.

“Wartawan tidak perlu takut oleh pihak manapun sejauh dalam melaksanakan tugas selalu berpatokan kepada aturan, " terang Rencana seperti dikutip dari Medanbisnisdaily.com.