SIMALUNGUN, Hetanews.com - Sebanyak 8 bungkus ganja kering di ungkus lakban dimasukkan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Siantar (Lapatar) Klas IIA Pematangsiantar di jalan Asahan Km 6,5 Kecamatan Siantar, Sabtu sekira pukul 05.30 pagi. Ganja tak bertuan itu ditemukan petugas setelah mendengar suara yang mencurigakan dari sekitaran tembok Lapas.

Lalu petugas di Pos menara 3 Maralasan Manik melaporkan kepada Komandan Jaga dan kepada KPLPN Sahat Bangun dan Kalapas Rudy Fernando Sianturi. Dengan segera Kalapas memerintahkan kasie kamtib Boheira L Pardede segera berkoodinasi dengan Sat Narkoba Polres Simalungun atas temuan 8 bungkus ganja tersebut.

Lalu petugas Polres Simalungun yang dipimpin Kanit 2 satnarkoba polres Simalungun IPDA Rudy Hartono dan Briptu Efraim Purba masuk dan memeriksa lokasi bersama petugas Lapatar. Setelah dibuka, bungkusan tersebut berisi narkotika jenis ganja sebanyak delapan (8) bungkusan yang terdiri dari biji dan daun ganja kering. 

Kalapas Rudy Fernando Sianturi yang saat ini tidak berada di kantor dikarenakan dalam keadaan berduka cita menyampaikan melalui kasie Adm Kamtib Boheira L Pardede, hal ini membuktikan langkah tegas lapas dalam memberantas dan mencegah peredaran narkotika. Juga merupakan komitmen bersama jika lapas klas IIa Pematang Siantar mewujudkan zona integritas dan WBK dan WBBM serta lapas yang BersiNar (Bersih dari Narkoba) 

Juga wujud sinergitas yang baik kepada pihak penegak hukum seperti Polri TNI dan BNN, jelas Pardede. Kemudian bungkusan tersebut diserahkan dan dibawa ke satnarkoba polres Simalungun guna dilakukan penyelidikan lanjutan.

Sebelumnya, kasus yang sama terjadi pada 16 April 2020 lalu dengan cara yang sama. Melemparkan ganja dari balik tembok setinggi 2,8 meter. Ganja tak bertuan seberat 4,5 Kg dibungkus dengan lakban dan plastik asoy sekira pukul 18.30 wib.

Pos menara 3 saat itu sempat melihat seseorang dengan mengendarai sepeda motor dari balik tembok. Tapi tidak berhasil menangkap pelaku.