HETANEWS.com - Inisiatif selebritas Agnes Monica mendirikan klinik vaksinasi Covid-19 mendapat sambutan yang baik di masyarakat dan menjadi viral di media sosial. Bagi mereka, belum terdengar ada selebritas yang mendirikan tempat vaksinasi Covid massal secara gratis.

Kalangan pegiat menyambut baik upaya tiap lapisan masyarakat, termasuk selebritas, yang membantu percepatan vaksinasi di Indonesia, seperti yang diutarakan Elina Ciptadi dari gerakan Kawal Covid.

Namun dia juga berharap peran tokoh masyarakat atau selebritas, seperti yang dilakukan penyanyi berjuluk Agnez Mo itu, tidak sebatas mendirikan tempat vaksinasi massal.

Kaum seleb diharapkan pula terus memberi contoh kepada warga dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi walau sudah divaksinasi.

"Jadi jangan, misalnya, pagi divaksinasi kemudian mereka sorenya live video lagi party-party atau misalnya ketemu dengan teman-temannya atau langsung ramai-ramai ke diskotik, karena bagaimanapun saat ini masih di bawah lima persen dari total penduduk Indonesia sudah divaksinasi lengkap," kata Elina kepada BBC News Indonesia, Kamis (17/06).

Belum banyak warga yang sudah divaksinasi lengkap itu menandakan "masih jauh sekali dari yang namanya herd immunity," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan bisa mencapai kekebalan kolektif (herd immunity) di tingkat nasional dengan memberi vaksin covid kepada sedikitnya 181, 5 juta warga atau 70% dari total populasi Indonesia.

Apa kontribusi Agnez Mo?

Klinik vaksinasi Covid tersebut merupakan inisiatif Agnez Mo bersama Yayasan Artha Graha Peduli (AGP) yang didirikan oleh pengusaha Tomy Winata. Vivi Henny, Koordinator Rumah Sakit Lapangan AGP di Ancol, mengungkapkan kontribusi Agnez Mo dalam mendirikan klinik vaksinasi tersebut.

"Peran Agnez Mo lebih kepada membantu menyuarakan kepada masyarakat luas, terutama pastinya adalah fans-fansnya supaya tidak takut divaksin dan agar semuanya ikut mendukung penuh program ini demi meminimalisir penyebaran covid 19," ujar Vivi kepada BBC News Indonesia.

Agnez Mo bersama tenaga kesehatan dan relawan di klinik vaksinasi Covid-19 di Ancol, Jakarta Utara.
Foto: DOK. ARTHA GRAHA PEDULI

Vivi menegaskan pihak AGP sebenarnya tidak ada niat untuk mengekspose klinik ini untuk menghindari salah persepsi dari masyarakat.

"Tapi Agnez dengan ikhlas mengekspose kegiatan ini karena bagi dia ini adalah bentuk kontribusi yang dia bisa berikan di zaman pandemi ini. Dan ini sangat membantu mengundang animo masyarakat untuk mau melakukan vaksinasi," ujar Vivi.

Lokasi klinik itu terletak di lahan Rumah Sakit Lapangan AGP di Kelurahan Ancol, Jakarta Utara. Rumah sakit itu juga atas inisiatif Agnez Mo dan Tomy Winata.

"Pak Tomy Winata dan Agnez Mo berinisiatif untuk bergerak membantu secara totalitas dengan mendirikan Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) AGP di kawasan Ancol, yang sudah terbentuk sejak bulan Maret tahun 2020 dalam rangka untuk mendukung kegiatan pemerintah dalam melawan COVID 19," ujar Vivi.

Vivi juga mengungkapkan bahwa jiwa sosial Agnez Mo tidak saja terlihat semasa pandemi ini saja. Dia sudah berkecimpung di kegiatan-kegiatan sosial AGP sejak penanganan korban bencana tsunami di Aceh pada 2004.

"Jadi bukan hanya saat ini aja, sudah dari dulu dia terlibat dengan kegiatan kami," ujar Vivi.

Agnez Mo saat menghibur korban bencana tsunami di Aceh pada 2005.
Foto: DOK. ARTHA GRAHA PEDULI

Mengikuti program pemerintah

Rumkitlap di Ancol itu awalnya sebatas berfungsi untuk penanganan rapid test, antigen, dan PCR. Kini berkembang jadi tempat vaksinasi dengan dibangun klinik khusus. Menurut Vivi, walau klinik ini dikelola swasta, namun pelaksanaan program vaksinasi ini sesuai dengan program pemerintah.

"Kami bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Jakarta Utara melalui Puskesmas Pademangan untuk melaksanakan vaksinasi dan memakai vaksin yang disediakan oleh pemerintah, sebelumnya memakai vaksin Sinovac kini AstraZeneca.

"Dari sejak 10 Maret kami sudah memvaksinasi sekitar 48.000 orang di Rumkitlap ini. Vaksinasi ini gratis bagi masyarakat," ujarnya.

Dalam unggahannya di Instagram, Agnez Mo pun memandu para followernya secara virtual klinik vaksinasi yang dia gagas bersama ayah asuhnya itu di Rumkitlap AGP Ancol. Klinik ini didukung kurang lebih 60 tenaga kesehatan dan 120 relawan.

"Klinik yang kami bangun ini punya fasilitas yang lengkap. Bukan cuma tempat untuk suntik vaksinnya, tapi juga siap dengan ambulance, Ruang emergency, lab, dan lain-lain," ungkap Agnez di instagram.

Bukan cuma itu, Agnez mengungkapkan para peserta vaksinasi pun disediakan makanan.

"Mereka datang ke Rumkitlap, antri dr pagi, mungkin ga sempat sarapan atau jualan utk makan pagi mereka. Especially dalam kondisi pandemi begini, setidaknya setelah mereka pulang (setelah vaksin), bisa bawa pulang sedikit makanan."

Dia pun mengajak para fans dan masyarakat untuk mendapatkan vaksin secara gratis dengan mendaftar terlebih dahulu ke alamat email officialagnation@gmail.com.

Apakah dibolehkan pemerintah?

Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan, membolehkan warga melalui organisasi kemasyarakatan berinisiatif mendirikan tempat vaksinasi.

Vaksinasi massal "dapat diselenggarakan oleh organisasi atau institusi yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan. Adapun contoh organisasi dan institusi yang dapat menyelenggarakan vaksinasi misalnya seperti organisasi untuk para pensiunan ASN, Pepabri atau Veteran Republik Indonesia," ungkap laman Kemenkes RI.

Warga bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti vaksinasi massal di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh, Kamis (17/6/2021).
Foto: ANTARA

Organisasi lain juga bisa menyelenggarakan vaksinasi secara massal seperti organisasi keagamaan ataupun organisasi kemasyarakatan.

"Syaratnya organisasi tersebut harus bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan atau dinas kesehatan provinsi kabupaten/kota untuk dapat melaksanakan vaksinasi massal."

Kemenkes juga menyatakan untuk mengantisipasi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) di setiap tempat pelaksanaan vaksinasi harus menyediakan contact person perwakilan dari vocal point yang berasal dari kabupaten/kota atau provinsi tersebut.

Contact person tersebut harus dapat dihubungi oleh panitia penyelenggara ataupun pasien.

Sumber: bbcindonesia.com