JAKARTA, HETANEWS.com - Penggunaan masker menjadi salah satu bagian dari protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjauhi kerumunan) yang menjadi kunci penting untuk melawan COVID-19. Namun tak boleh asal pakai masker, penggunaannya harus diperhatikan.

Vaksinolog dan Spesialis Penyakit Dalam dr. Dirga Sakti Rambe mengatakan, penggunaan masker kain tiga lapis saat ini tidak disarankan. Musababnya jenis masker ini sudah dinilai kurang melindungi seseorang dari paparan virus corona.

Masker yang lebih dianjurkan yakni masker bedah. Dirga mengatakan, penggunaan masker kain boleh digunakan, tapi hanya untuk melapisi masker bedah saja.

"Masker kain sudah tidak dianjurkan, lagipula masker bedah sudah banyak tersedia dan harganya terjangkau, gunakan hanya masker berkualitas," kata Dirga dalam webinar kesehatan, mengutip Antara, Jumat (18/6).

Dirga menegaskan, penggunaan masker memang sangat penting dalam mencegah penularan COVID-19. Masker medis terbukti masih paling efektif, tetapi itu pun harus digunakan dengan tepat.

"Saya menyarankan untuk mengganti masker maksimal 6 jam, atau ganti segera setelah masker sudah basah atau kotor," imbau dia.

Ia mengingatkan masyarakat untuk hati-hati saat membuka masker di tempat umum. Pastikan hanya membuka masker untuk alasan penting seperti makan dan minum.

  • Cara Melepas dan Membuang Masker

Dirga juga mengimbau cara melepas dan membuang masker harus secara benar. Yakni lepas tali elastis dari telinga, jauhkan masker dari pakaian dan wajah untuk menghindari permukaan masker yang bisa saja sudah terkontaminasi.

Percepatan Vaksinasi

Pemerintah Indonesia memang terus menggencarkan percepatan program vaksinasi nasional sebagai upaya melindungi masyarakat. Targetnya, 181,5 juta penduduk atau 70 persen dari total populasi di Indonesia bisa divaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok.

Meski demikian, dalam menangani pandemi COVID-19, masyarakat tidak boleh hanya mengandalkan satu proteksi kesehatan saja. Perlindungan dari luar dengan penerapan protokol kesehatan pun penting untuk terus dijalankan secara disiplin.

“Saat ini, persentase penduduk Indonesia yang telah divaksin 1 kali sebesar 11 persen dan vaksinasi lengkap sebesar 6,3 persen. Angka tersebut masih terbilang kecil dari total populasi Indonesia saat ini. Apalagi, saat ini kita dihadapkan pada ancaman berupa mutasi virus baru yang mulai ditemukan di tanah air," kata Dirga.

Sehingga, lanjut Dirga, kewaspadaan perlu semakin ditingkatkan. Kehadiran vaksin memang menjadi langkah pencegahan yang penting diambil untuk membentuk kekebalan komunal, namun menurutnya, tidak ada langkah pencegahan yang 100 persen efektif.

"Memadukan perlindungan dari dalam dan luar menjadi upaya yang bisa kita lakukan bersama, untuk mengurangi risiko terpapar atau tertular virus," tandas dia.

Masker Kain Tak Lagi Disarankan, Ahli Minta Warga Gunakan Masker Bedah (5)
Infografik jangan sembarangan pakai masker saat pandemi corona. Foto: kumparan
 

sumber: kumparan.com