Simalungun, Hetanews.com - Hakim Pengadilan Negeri Simalungun dipimpin Mince Ginting SH, meringankan vonis terdakwa Indra Budi (35). Seorang paman yang tega mencabuli keponakannya sendiri. Perbuatan cabul itu dilakukannya di toko fotocopy miliknya.

Terdakwa dihukum 5 tahun denda Rp 80 juta subsider 3 bulan kurungan. Putusan hakim yang dibacakan dalam persidangan online di Pengadilan Negeri Simalungun, Kamis (17/7) lebih ringan dari tuntutan jaksa. JPU Fransiska Sitorus SH sebelumnya menuntut pidana penjara selama 7 tahun denda Rp.80 juta subsider 6 bulan kurungan.

Hal yang memberatkan terdakwa karena merusak masa depan korban. Apalagi seorang paman yang seharusnya melindungi korban sebagai keponakan kandung. Sedangkan hal meringankan, terdakwa mengakui terus terang perbuatannya dan menyesalinya.

Indra Budi bertempat tinggal di Huta IV Sibatubatu Nagori Partimbalan Kecamatan Bandar Masilam Simalungun, dinyatakan bersalah melanggar pasal 82 ayat (1) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, terdakwa terbukti mencabuli keponakannya sendiri sebut saja Susi (nama samaran) yang masih berusia 17 tahun. Pencabulan itu dilakukan terdakwa pada Jumat, 16 Oktober 2020 pukul 07.00 Wib dan Jumat 23 Oktober 2020 pukul 07.00.Wib di dalam toko foto copy milik terdakwa di Kecamatan Bandar.

Saat kejadian pagi, korban hendak mengikuti les yang berdekatan dengan toko foto copy milik terdakwa. Korban masuk ke dalam ruang tamu toko terdakwa. Lalu secara paksa terdakwa mencabuli korban dan mengancam korban untuk tidak memberitahu kepada siapa-siapa. 

"Jangan kau kasi tahu siapa-siapa, nanti mati aku," kata terdakwa.

Kemudian perbuatan cabul yang sama kembali dilakukan terdakwa pad 23 Oktober 2020 pukul 07.00 Wib, juga di dalam toko foto copy milik terdakwa. Merasa tidak terima diperlakukan cabul, lalu perbuatan terdakwa diberitahukan korban kepada ibunya.