Siantar, Hetanews.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Pematangsiantar Irwansyah P Sitorus SH, M Iqbal Purba SH dan Rahmat Hasibuan SH memvonis bebas terdakwa Ibnu Sampurno, seorang polisi aktif di Polres Simalungun. Vonis hakim dibacakan dalam persidangan terbuka untuk umum, Rabu (16/6).

"Membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum dan memulihkan harkat dan martabat terdakwa," kata hakim.

Hakim mengabulkan nota pembelaan (pledoi) terdakwa, karena berdasarkan fakta persidangan terdakwa tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya. Selain vonis bebas, terdakwa juga harus dipulihkan nama baiknya, harkat dan martabatnya. Juga membebankan biaya yang timbul dalam perkara itu kepada negara.

Sebelumnya, jaksa Selamat Riyadi Damanik SH menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan. Karena menurut jaksa, terbukti bersalah melanggar pasal 372 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana. 

Sebelumnya, Ibnu didakwa turut serta atau secara bersama sama dengan Indra Aditya als Indra (sudah dihukum 2 tahun 3 bulan) menggelapkan mobil rental milik saksi korban Ahmad Suroso. Terdakwa mengenalkan Indra kepada Suroso untuk merentalkan mobilnya.

Ahmad Suroso merentalkan mobil nya merk Xenia BK 1453 WB karena percaya dengan terdakwa. Mobil direntalkan selama 2 hari pada 1 hingga 2 Pebruari 2018 dengan uang sewa Rp.250 ribu/hari. 

Tapi mobil tidak dikembalikan dengan alasan diperpanjang 10 hari. Uang sewa selama 10 hari diterima Suroso dari terdakwa IS. Tapi hingga berakhir, mobil tak kembali dan saksi korban melaporkan IS bersama Indra pada 2 Maret 2018.

Menurut hakim sesuai fakta persidangan saksi korban Ahmad Suroso memaksa Indra membuat surat pernyataan tentang keterlibatan Polisi Ibnu. Jika tidak mau diperberat hukumanya. Bahkan terdakwa Ibnu berusaha membantu korban mencari keberadaan mobil tersebut.

Atas vonis tersebut, jaksa akan mengajukan kasasi. Persidangan dibantu panitera Sinto SH dinyatakan selesai dan ditutup. (Ay)