JAKARTA, HETANEWS.com - Presiden Joko Widodo tiba-tiba menyampaikan pesan khusus kepada para relawannya untuk Pilpres 2024. Pesan khusus itu disampaikan Jokowi dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi yang dihadiri Kepala Negara secara daring.

Dalam sambutannya itu Jokowi berpesan agar para relawannya tak buru-buru menentukan sikap atau mendukung sosok tertentu untuk diajukan sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

"Beberapa minggu terakhir ini saya banyak ditanya oleh Relawan Jokowi di mana-mana. Mereka bertanya kepada saya, Pak, apa arahan Bapak pada kami dalam menghadapi Pilpres 2024? Kemudian bertanya lagi, apa yang harus kita lakukan? Pertanyaan berikutnya, masa kita diam saja pak?" kata Jokowi.

"Di kesempatan yang baik ini ingin saya sampaikan, sabar, sabar dulu. Tidak usah tergesa-gesa, enggak usah grasah-grusuh," tuturnya.

Ia meyakini, Seknas Jokowi akan ditarik-tarik oleh para calon yang ingin maju pada Pilpres 2024 dan banyak pihak yang hendak mendekati para relawan.

Hal ini, kata Jokowi, karena keberhasilan relawan mengantarkan dirinya menempati kursi Presiden RI hingga dua periode.

"Dan sekarang saja sudah ada relawan Jokowi yang ditarik-tarik mendukung si A, sudah ada yang dirayu-rayu mendukung si B, dan dirangkul oleh si C dan sebagainya. Tapi masih lebih banyak lagi relawan yang masih menunggu," ujar Jokowi.

Pengakuan Sekjen Seknas Jokowi

Menanggapi pernyataan Presiden Jokowi, Sekretaris Jenderal Seknas Jokowi, Dedy Mawardi, membenarkan pernyataan Kepala Negara bahwa pihaknya didekati sejumlah politisi dan tokoh yang hendak maju sebagai calon presiden (capres) 2024.

"Dan bukan hanya Seknas yang didekati, tapi mungkin organ (relawan) lainnya juga. Didekati dalam arti ditanya Seknas 2024 mau dukung siapa," kata Dedy kepada Kompas.com.

Kendati sudah didekati sejumlah tokoh dan politisi yang hendak maju sebagai capres di Pilpres 2024, Dedy mengatakan Seknas hanya akan mematuhi instruksi Jokowi untuk tak terburu-buru menentukan dukungan.

Karenanya, Dedy menyatakan Seknas masih menunggu arahan Presiden Jokowi untuk menentukan dukungan di Pilpres 2024. Saat ditanya siapa saja tokoh dan politisi yang telah mendekati Seknas Jokowi untuk diminta mendukung mereka, Dedy enggan menyebut nama.

"Enggak usah (disebut), enggak enak nanti kalau disebut," lanjut Dedy.

Sebagian relawan Jokowi dukung Ganjar Pranowo

Namun, Dedy tak memungkiri jika sebagian relawan Jokowi dari organ lain sudah menyatakan dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk diusung dalam Pilpres 2024. Kendati demikian dukungan tersebut tak mewakili sikap resmi Seknas Jokowi.

Ia memastikan Seknas Jokowi tetap menunggu arahan resmi dari Presiden Joko Widodo untuk mendukung salah satu sosok di Pilpres 2024.

"Memang banyak relawan Jokowi ada yang terang-terangan atau hanya ganti kostum yang ke Ganjar (Pranowo). Tetapi Seknas tetap menunggu komando Jokowi," ucap Dedy kepada Kompas.com.

Fenomena tersebut tak asing lantaran hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) juga menemukan responden yang mengaku puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo cenderung memilih Ganjar sebagai calon presiden.

"Ada kecenderungan bahwa mereka yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi itu cenderung memilih Pak Ganjar Pranowo walaupun mereka ini bukan massa pemilih PDI-P," kata Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad, melalui konferensi pers daring, Minggu (13/6/2021).

Saidiman merinci, sebanyak 75,6 persen responden tercatat merasa puas terhadap kinerja Jokowi. Dari angka itu, 43,9 persen di antaranya memilih Ganjar sebagai capres. Kemudian, 23,3 persen memilih Prabowo, dan 22,3 persen memberikan dukungan kepada Anies.

Adapun responden dari kalangan ini yang menjawab tidak tahu atau belum menentukan pilihan sebesar 10,5 persen. Saidiman mengatakan, responden yang merasa tidak puas dengan kinerja Jokowi mencapai 23,4 persen.

Dari besaran tersebut, 48,5 persen mendukung Prabowo sebagai capres. Selanjutnya, 33,7 persen mendukung Anies, dan dukungan terhadap Ganjar dari kalangan tersebut hanya 14,9 persen.

"Jadi warga yang menilai positif kinerja Jokowi tersebut jauh lebih banyak memilih Ganjar dibanding memilih Prabowo dan apalagi Anies meskipun tanpa pemilih PDI Perjuangan," kata Saidiman.

"Ganjar dibanding Prabowo dan Anies lebih mewakili pemilih yang positif dalam menilai kinerja Jokowi lepas dari sikap positif pemilih PDI-P terhadap Jokowi karena yang nilai positif kinerja Jokowi juga datang dari pemilih partai partai lain,” tuturnya.

Sikap Jokowi tak bersebrangan dengan PDI-P

Kendati nama Ganjar moncer di berbagai survey capres dan telah mendapat dukungan dari Sebagian relawan Jokowi, nasibnya masih harus ditentukan oleh PDI-P selaku partai tempatnya bernaung.

Terlebih sebelumnya Ganjar sempat memiliki hubungan yang kurang baik dengan putri Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yakni Puan Maharani. Saat itu Ganjar tak diundang dalam acara yang dibuka oleh Puan.

Penyebabnya menurut Ketua DPP PDI-P Bambang Wuryanto adalah besarnya hasrat Ganjar untuk maju sebagai capres di Pilpres 2024 jika dilihat dari aktivitasnya di media sosial.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno pun berpendapat, pernyataan Jokowi semalam tentang arah kapal besar relawannya untuk Pilpres 2024 tak lepas dari perseteruan antara Ganjar dan Puan dalam pencalonan Pilpres 2024. Padahal, saat ini PDI-P masih belum membuat keputusan terkait kandidat pada Pilpres 2024.

"Karena ada sejumlah relawan Jokowi yang mulai menentukan dukungan politik ke Ganjar. Sementara pada saat bersamaan PDI-P belum pastikan siapa yang akan diusung. Malah yang santer diisukan maju Puan Maharani bukan Ganjar," ujar dia.

Adi pun meyakini Jokowi akan mengarahkan relawannya untuk mendukung sosok kader yang nantinya resmi diusung oleh PDI-P untuk Pilpres 2024.

"Tak perlu pakai logika canggih untuk menebak ke mana arah kapal besar relawan (Jokowi). Rumusnya sederhana. Jokowi itu kader tulen PDI-P tak mungkin punya sikap berseberangan," tutur Adi.

Sumber: kompas.com