Siantar, Hetanews.com -Faisal Ibrahim Bawazier (24) bertempat tinggal di kompleks Bank Indonesia jalan Surya Kelurahan Bukit Sofa Pematangsiantar, dituntut 6 tahun denda Rp 800 juta subsider 6 penjara. Tuntutan jaksa Siti Martiti Manullang SH dibacakan dalam persidangan terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Pematangsiantar yang digelar secara virtual, Selasa (15/6).

Terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum memiliki/menguasai narkotika golongan I. Terdakwa terbukti memiliki narkotika jenis sabu seberat 0,17 gram (netto). 

Menurut jaksa, terdakwa diamankan satres narkoba Polresta Siantar pada Selasa, 2 Februari 2021 sekitar pukul 14.00 wib di jalan Teratai Kelurahan Bukit Sofa Siantar Sitalasari. Petugas menyita barang bukti narkotika jenis sabu, handphone merk Xiaomi dan Honda Vario BK 2910 WAB.

Melihat petugas, terdakwa berusaha membuang barang bukti sabu dari kantongnya. Kepada petugas, Faisal mengakui jika sabu tersebut baru saja dibelinya dari Pak Ucok (DPo) di jalan Singosari seharga Rp.300 ribu.

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara Angela Situmorang SH dari Posbakum PN Siantar memohon kepada hakim agar hukumanya diringankan. Dengan alasan menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Hal yang memberatkan terdakwa menurut jaksa, tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal meringankannya terdakwa bersikap sopan.

Untuk pembacaan putusan, persidangan dipimpin hakim Vivi Siregar SH ditunda hingga Senin (21/6/2021) mendatang.