MEDAN, HETANEWS.com - Wali Kota Medan Bobby Nasution mengklaim saat ini Pemko Medan terus berusaha keras menurunkan angka kasus Covid-19. Ia pun mengaku jumlah kasus Covid-19 di Medan mulai melandai.

"Alhamdulillah kasus Covid-19 mulai melandai pelan-pelan,” ucapnya saat menghadiri Rakerda PKS Medan, Minggu (13/6/2021).

Perkembangan baik dalam penanganan Covid-19 ini, lanjut Bobby, ditandai dengan penurunan angka Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit.

“Satu bulan yang lalu, BOR kita sempat mencapai 75 persen, hari ini kita sudah menyentuh 50-an persen, tidak sampai 60 persen,” sebutnya.

Penurunan angka BOR ini, lanjut Bobby, berkat kerja sama, dengan Pemkab/Pemko dan Pemprov Sumut. Bobby menuturkan, ketika BOR di Medan mencapai 75 persen, dia menjumpai Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

"Saya menjumpai Bapak Gubernur, menyampaikan persoalan di Kota Medan, kalau rujukan dari kabupaten/kota lain dan provinsi tidak dibatasi, rumah sakit yang ada di Medan bisa kolaps,” ucapnya.

Ia juga membantah beredarnya kabar bahwa Kota Medan kembali ke zona merah. Bobby memastikan saat ini Kota Medan masih berstatus zona orange.

"Sebenarnya kita lihat sekarang itu zona orange, dilihat dari PPKM Mikro, mungkin yang disampaikan kemarin, ada beberapa tempat, saya baca juga kemarin, seperti MMTC itu kan bukan wilayah medan, tapi disebutkan medan, mungkin wilkum (wilayah hukum), mungkin dari polres menyampaikan itu, kalau di bilang medan itu bukan, wilayah Deli Serdang, nah itu, kalau secara keseluruhan masih orange," ujar Bobby.

Dikatakan Bobby, saat ini pihaknya masih terus mengupdate data mengenai kondisi kasus Covid-19 terkini di Kota Medan.

"Ini kan PPKM mikro kalau merah ada penambahan dari lingkungan yang dilakukan penindakan, ini akan terus diupdate penambahan nya, kalau dilihat hari ini penambahannya hari ini masih orange bukan merah," katanya.

Berdasarkan update terakhir jumlah kasus Covid-19 di Medan pada Sabtu 12 Juni 2021, jumlah kasus konfirmasi sebanyak 16.791. Kasus sembuh sebanyak 15.488 dan meninggal sebanyak 604 orang.

Sumber: tribunnews.com