SIMALUNGUN, Hetanews - Berbeda dengan Pengadilan Negeri lain, tentang adanya uang sumpah yang ditagih kepada pihak berperkara dalam kasus perdata. Baik saksi dari pihak Penggugat ataupun saksi dari pihak Tergugat yang dihadirkan dalam persidangan harus membayar Rp 30 ribu/orang.

Ini terjadi di Pengadilan Negeri Simalungun, yang membebankan uang pengambilan sumpah yang dilakukan petugas sebelum memberikan kesaksian. Uang tersebut harus dibayarkan diluar biaya pendaftaran perkara.

Hal itu dibenarkan humas Pengadilan Negeri Simalungun Aries Ginting SH, ketika ditanya hetanews, Jumat (11/6) di kantornya. 

"Uang pengambilan sumpah atas saksi, merupakan kebijakan dari pengadilan negeri masing masing. Karena hal itu memang sesuai peraturan yang ada," jelas Aries.

Uang tersebut akan dicatat dalam Buku Induk Keuangan Perkara Perdata (KI-A7) dan disetorkan ke kas. Uangnya akan diberikan kepada petugas yang melakukan sumpah kepada saksi.

Dikatakan Aries, jika biaya tersebut juga tertera dalam SIPP (biaya pengambilan sumpah). Sedangkan besaran nilainya tergantung kebijakan pimpinan dan di Pengadilan Negeri Simalungun ditetapkan Rp 30 ribu/orang yang disumpah.

Menanggapi hal ini, pengacara Luhut Nadapdap merasa heran karena selama dia bersidang tidak ada pengadilan yang menerapkan seperti itu. Hanya di Pengadilan Negeri Simalungun, Pengadilan Negeri Pematangsiantar juga tidak ada membuat peraturan demikian.

Karena semua biaya telah disetor saat mendaftarkan gugatan. Disana tercatat biaya pemanggilan saksi, biaya untuk mediasi, biaya pemeriksaan setempat (PS) dan biaya pemberitahuan putusan. Dan jika oerkara sudah selesai,dapat dipertanyakan sisa biaya perkara.

"Saya tidak mau bayar,kan sudah ada disetorkan biaya sebelum persidangan. Nanti dari situ aja dipotong jika ada kelebihan," katanya siang itu.

Saat itu selaku Kuasa Penggugat, Luhut menghadirkan 2 saksi dan disumpah sebelum memberikan kesaksian. Sehingga harus membayar Rp.60 ribu. 

Ketika Hetanews bertanya kepada petugas di Pengadilan Negeri Simalungun yang membimbing saksi untuk bersumpah, Yudi Kurniawan, Affandi dan Napitu membenarkan menerima honornya selaku petugas penyumpah saksi.