SIANTAR, Hetanews.com - Wanika gadis kelahiran 4 September 2000 ini  sedang menjadi topik pembicaraan dikalangan mahasiswa yang ada di siantar maupun diluar siantar, Pasca terpilihnya ia menjadi Duta Bahasa yang mewakili kota siantar ini  membuat  Wanika banyak dibanjiri undangan  menjadi Guesstar  seminar kampus  terlebih undangan literasi yang ada di siantar dan simalungun.

Gadis yang sangat humble ini memiliki karakter yang unik, karakter yang ia miliki berbeda dengan karakter anak-anak remaja pada umumnya, kecenderungan ia yang suka membaca buku ini membuat  Wanika menjadi salah satu Perempuan yang berpegang teguh akan prinsip idealisme.

Jika anak-anak remaja yang sepantaran usianya banyak yang lebih memilih menjadi bucin dalam sebuah kisah cinta, lain pula halnya dengan Wanika ia belum berfikiran ke arah sana, dengan motto hidup “Man saaro ala darbi wasshola, siapa yang berjalan di jalan-Nya  akan sampai”  membuat Wanika semangat dalam berbuat kebaikan, kebaikan di bidang sosial  maupun sastra dan bahasa yang sedang ia geluti sekarang.

Masa-masa produktif itu tumbuh  saat Wanika pertama kali membaca buku karya Andrea Hinata yang berjudul  Laskar Pelangi, Wanika sangat termotivasi dengan buku itu, buku itulah yang akhirnya  membuat Wanika jatuh cinta pada dunia sastra dan bahasa.

Tak berhenti sampai disitu Wanika yang suka bertemu dengan orang-orang baru ini membuat Wanika lebih tertantang untuk mencoba dunia publick speaking, dan lagi lagi ia sudah memiliki bakat itu saat duduk di bangku sekolah dasar dengan mengikuti berbagai perlombaan seperti pidato dan puisi.

Anak pasangan dari Ponijan dan Rinahati ini adalah salah satu anak milenial yang mempunyai potensi yang sangat luar biasa, saat di wawancara orangtua Wanika menyebutkan bahwa ia sengaja memberikan nama kepada anak perempuannya itu dengan nama WANIKA yang artinya BERANI, keberanian itu pun terlihat saat  Wanika masih duduk di bangku sekolah dasar saat ia disuruh secara spontan untuk berbicara di depan khalayak umum.

Wanika yang juga termasuk mahasiswi produktif ini baru saja mengeluarkan buku antologi  Perjalanan Asa dan Rasa , buku ini Wanika kemas bersama rekan-rekan seperjuangannya di Komunitas Literasi STAI UISU Pematangsiantar , buku antologi ini juga di dedikasikan untuk semua orang yang pernah merasakan kecewa dan patah saat impian dan harapan tak kunjung jadi nyata.

Meskipun ia berasal dari sekolah yang terbilang jauh dari kota, tak membuat Wanika patah semangat untuk mengembangkan sayap-sayap indah nya dalam berbuat kebaikan, Bersekolah dasar di  SD Negeri 094156 Bandar Siantar, lalu dilanjutkan sekolah menengah pertama di MTs Swasta Islamiyah Gajing, dan Sekolah Menengah Atas di  SMA Negeri 1 Siantar, dan lanjut keperguruan tinggi STAI UISU Pematangsiantar membuat Wanika banyak memilliki kisah dan cerita dan kisah itu akan di tulis dalam buku antologi solonya yang akan datang.