JAKARTA, HETANEWS.com - Guru Besar FK Universitas Padjadjaran Prof Kusnandi Rusmil bicara soal kemungkinan adanya suntikan ketiga vaksin corona. Ia menyebut, masih menunggu hasil data penelitian dalam setahun, tepatnya pada September 2021.

"September baru selesai setahun. Nanti baru dievaluasi," kata Prof Kusnandi, Jumat (11/6).

Menurut Kusnandi, pada bulan September akan dicek apakah booster dosis ketiga diperlukan untuk semua yang disuntik vaksin Sinovac. Tentunya ini demi mencegah penularan, terlebih ada varian baru.

"Kalau ada suntikan ketiga pun hal biasa. Waktu kita bayi juga imunisasi berkali-kali. Setahun bisa 6 kali, vaksinnya beda-beda. DPT, campak, dan lain-lain," ujar dia.

Namun, Ketua Uji Klinis Sinovac di Indonesia itu menegaskan, vaksin Sinovac sampai 3 bulan vaksinasi masih memberikan kekebalan sangat tinggi. Angkanya masih 99 persen.

"Setelah sebulan 99,7 persen, setelah 3 bulan 99,5 persen," jelas Kusnandi.

Sebelumnya, Kemenkes juga menyebut suntikan ketiga masih terus diteliti. Jubir Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi meminta publik lebih fokus menyelesaikan suntikan kedua yang targetnya 181 juta orang.

sumber: kumparan.com