JAKARTA, HETANEWS.com - Wamenkes Dante Saksono Harbuwono memberikan gambaran terkait kenakan corona usai Lebaran. Hal ini sangat tergantung mobilitas penduduk di seluruh daerah.

"Kasus akan meningkat 5-7 minggu dari puncak mobilisasi. Dengan PPKM Mikro, itu bisa ditekan. Beberapa hal yang terjadi jadi pembelajaran kita setelah nataru, lebaran. Maka di depan ketika ada liburan panjang masyarakat bisa menahan diri supaya tidak ada mobilisasi lagi. Persentase tergantung mobilitas," kata Dante dilihat kumparan di Youtube FMB91D_IKP, Jumat (11/6).

Artinya kegiatan-kegiatan yang kita lakukan akhirnya berpulang pada muatan lokal. Kata Dia, walau sudah ditekan tapi kalau mobilitas masyarakat tinggi akan bocor juga kasusnya.

Seperti yang terjadi di Kudus. Kenaikan kasus menggila karena adanya mobilitas usai Lebaran, salah satunya ke makam-makam.

"Ini mungkin agak sedikit turun dari perkiraan. Kalau kita tidak ada ancang-ancang sebelum Lebaran mungkin kalau enggak daerah-daerah lain juga. Apa yang terjadi di Kudus juga tanggung jawab nasional, sehingga hal-hal ini tidak akan terjadi lagi," jelas dia.

Ia mencontohkan hal lain, yakni mutasi virus. Berbeda dengan Lebaran 2020, tahun ini sudah ada 65 kasus mutasi baru yang penularannya lebih cepat, seperti varian B117, B1532, dan B1617.

"Jadi seperti kemarin pada saat mudik, sudah diperlakukan tidak ada lalu lintas mudik kecuali ada hal mendesak, sudah ribuan kendaraan putar balik. Itu salah satu yang kita kerjakan ketika liburan panjang.

"Yang harus diwaspadai ada mutasi-mutasi dari virus ini yang bisa cepat menular, seperti dari India, Inggris. Itu lebih cepat untuk memberikan tingkat penularan yang lebih dramatis dibanding dengan mutan yang normal," tutup dia.

sumber: kumparan.com