SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Pria inisial EHS (22) yang kesehariannya berjualan Bakso Cilok di Taman Bunga [Lapangan Merdeka] Kota Siantar dihukum 7 tahun denda Rp 80 Juta subsider 4 bulan penjara.

Putusan hakim dipimpin Nurnaningsih SH dibacakan dalam persidangan, Rabu (9/6/2021) di Pengadilan Negeri Simalungun.

Hal itu dibenarkan pengacara EHS, Fransiskus Silalahi dari LBH Perjuangan Keadilan, Kamis (10/6) ditemui di Pengadilan Negeri Simalungun.

Atas putusan hakim, terdakwa didampingi pengacara diberi kesempatan untuk pikir-pikir selama 7 hari sebelum menyatakan menerima ataupun banding atas vonis tersebut. Persidangan dibantu penitera Dedi Tambunan SH dinyatakan selesai dan ditutup.

Sebelumnya, jaksa Nova Miranda menuntut pidana penjara selama 8 tahun denda Rp 80 juta subsider 1 tahun penjara. Terdakwa EHS bertempat tinggal di Jawa Maraja Bah Jambi. Ia terbukti mencabuli remaja berusia 14 tahun.

Hakim menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 82 ayat (1) UURI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Menurut hakim, berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan, perbuatan itu dilakukan terdakwa pada Minggu 20 Desember 2020 pukul 22.00 Wib di rumah kosong komplek perumahan di Jalan Asahan.

Awalnya, terdakwa yang sedang berjualan cilok di Taman Bunga Siantar berkenalan dengan korban yang sedang duduk menunggu temannya. 

Usai berjualan cilok dan menyimpan gerobaknya, terdakwa dengan bujuk rayu menawarkan jasa untuk mengantar korban pulang dengan sepeda motornya.

Tapi, korban malah dibawa ke rumah kosong di kompleks Griya jalan Asahan Kecamatan Siantar, lalu menyetubuhi korban.

Baca: Pencuri kabel Telkomsel Diganjar 3,6 tahun