SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Tak seperti anak kuliahan lainnya, Agung Nugroho (22) rela menghabiskan waktunya mengabdi dengan memberikan pendidikan pengajaran agama kepada anak-anak di Pesantren Tahfidz,tak tanggung-tanggung Agung menempuh perjalanan yang cukup jauh dimana dia tinggal di daerah Tanah Jawa sedangkan dia mengajar di Pesantren Darul Ihsan, Desa Dolok Merawan, Kabupaten Simalungun, disana Agung mengajar sebagai guru Agama.

Jejang karir Agung dalam mengajar sebenarnya tidak baru kali ini saja, Agung sebelumnya mengajar di Sekolah Dasar yang berada di Tanah Jawa, namun dia memilih untuk resign dari sekolah tersebut yang kemudian memilih mengajar di Pondok Pesantren Darul Ihsan.

"Saya ingin mendapatkan lingkungan yang bisa memberikan saya peluang untuk mampu mengulang-ulang kembali hafalan saya, dan Allah memberikan saya jalan untuk bisa menjadi salah satu pengajar di podok pesantren Darul Ihsan ini,"sebutnya ketika diwawancarai hetanews, Kamis (10/06/2021).

Pemuda yang juga merupakan mahasiswa aktif di salah satu perguruan tinggi swasta di pematangsiantar itu merasa menikmati dengan sepenuh hati mengabdi di pesantren meskipun sembari melakukan kewajibannya sebagai mahasiswa aktif. Salah satu kemudahan yang didapat adalah berkuliah secara daring sehingga tetap bisa memaksimalkan perannya sebagai pengajar dan sebagai pembelajar.

Baginya, menjadi pemuda yang hebat bukan di dasarkan pada seragam dan dimana kita bekerja, tapi bagaimana kita bisa menjadi pemuda yang menebarkan kebaikan untuk orang lain, meskipun kebaikan masih sangat kecil. Kebaikan kecil menurut kita bisa jadi kebaikan yang sangat besar untuk orang lain.

“Untuk menjadi hebat, kita memang harus keluar dari zona nyaman kita. Dari setiap ketidaknyamanan itu mari kita nikmati prosesnya.” Ungkapnya pada akhir pembicaraan.

Penulis: Wanika