SIANTAR, HETANEWS.com – Sampah seolah-olah terus menjadi masalah bagi kota yang pernah meraih Piala Adipura di tahun 1993 ini. Tepatnya di salah satu pasar tradisional yaitu Pasar Parluasan Kota Siantar, terlihat sampah menggunung di pinggir jalan itu, tentunya sangat mengganggu bagi masyarakat yang tinggal, berbelanja serta berkualan di areal Pasar Parluasan.

Ferry SP Sinamo selaku Anggota DPRD Komisi II menjelaskan bahwa, sampah yang menumpuk di pinggir jalan Pasar Parluasan bukan lagi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, melainkan sudah menjadi tanggung jawab PDPHJ (Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya).

“Saya sudah selalu katakan di rapat paripurna tentang pengelolaan sampah tolong satu pos saja. Nah ini pengelolaan sampah ada yang dikelola kecamatan, ada kelurahan, ada dinas pasar, ada yang dikelola Dinas Kebersihan atau dinas Lingkungan Hidup. Ada 4 ini yang mengelola. Semua kalau kotor ini kota, yang dimaki-maki Dinas Lingkungan Hidup,” terang Ferry saat dikomfirmasi pada Selasa (9/6/2021) di Gedung Harungguan DPRD Kota Siantar.

Ferry berharap agar permasalahan sampah ini bisa dialihkan kepada satu instansi. Ia menganggap pengelolaan sampah yang dikelola oleh 4 instansi tidak efektif.

“Nah makanya selalu saya katakan, satukan ini pengelolaan sampah ke satu instansi. Jadi kalau sampah berserakan di Parluasan yang disalahkan ya PDPHJ tidak lagi Dinas Lingkungan Hidup. Ini nanti ditumpukkan orang Parluasan itu sampah disitu, yang mengutip Dinas Kebersihan, retribusinya kemana? Ke PDPHJ. Cobalah, tak fair (adil) dong,” ucapnya.

Sebelumnya ia sudah memiliki rencana dengan Walikota terpilih tahun 2020-2024, Alm. Asner Silalahi, namun kejadian diluar dugaan terjadi kepada Almarhum.

“Saya dulu punya konsep sama Alm. Asner, kalau beliau terpilih jadi walikota, sampah ini kita swastakan saja. Jadi dari lurah, kecamatan semua satu yang mengurus. Jadi saya mengatakan masalah sampah ini ditatalah. Jadikan satu instansi yang mengelola,” jelas Ferry lagi.

Ferry menambahkan kepada Pemerintah Kota harus serius dalam menangani permasalahan sampah yang ada di Kota Siantar. Ia juga berharap agar usulannya diterima dan dapat terealisasi dengan baik.  

“Harus serius Pemerintah Kota Siantar untuk mengurus masalah ini. Karena kita lihat Dinas Kebersihan itu kasihan. TPA kita membludak. Orang biasa ngantri di terminal, ini malah ngantri di TPA. Padahal itu tempat masih nyewa, tapi itupun sudah padat,” tutup Ferry.