SIANTAR, HETANEWS.com - Camat Siantar Barat, Pardomuan Nasution membujuk sejumlah warga yang tinggal di Jalan Manunggal dan Jalan Aru Kelurahan Bantan agar melakukan swab tes pasca satu orang meninggal dunia terpapar Covid 19.

Setelah dilakukan pendekatan persuasif, warga setempat akhirnya setuju dilakukan Swab Tes atau tes usap Covid 19.

"Akhirnya masyarakat sadar dan bersedia untuk dilakukan swab test," ucap Pardomuan, Rabu (9/6/2021).

Ia menjelaskan, pekan ini sebanyak 20 orang akan dilakukan tes di Puskesmas Singosari. 3 orang warga diantaranya dinyatakan negatif. Pardomuan berterimakasih kepada warga yang bersedia di swab tes agar semua terbebas dari covid-19.

Sebelumnya, pemerintah kecamatan sempat melakukan upaya memutus mobilitas warga dengan membuat larangan masuk pintu rumah, lantaran warga menolak dilakukan Swab Tes .

Baca: Tolak Tes Swab, Pintu Rumah Ditempel ‘Larangan Dikunjungi’

Kasus ini bermula saat seorang warga yang dinyatakan pihak rumah sakit terpapar covid 19 meninggal dunia pada Sabtu 5 Juni 2021. Oleh pihak keluarga, jenazah disemayamkan di rumah duka.

"Kita bisa lega dengan situasi sekarang ini. Mengingat jenazah sempat dimandikan, dikafani dan disholatkan karena masyarakat pelayat tidak mengetahui status jenazah," ucapnya.

Baca: Pelayat Tak Tahu Jika Jenazah Terpapar Covid Meninggal Saat Keluarga Menolak Isolasi

"Alhamdulillah, sekarang semua upaya berjalan baik dengan bantuan semua pihak. Dengan harapan warga yang di swab nantinya hasilnya negatif," kata Domu. 

Kedatangan Camat ke rumah warga didampingi Kapolsek Siantar Barat, Danramil, Lurah, Satpol PP, Kepala Kantor Urusan Agama dan Kepala Puskesmas. 

Pihak kecamatan memberi pencerahan dan penjelasan dari sisi kesehatan, keagamaan, kemanusiaan dan sosial kepada warga yang sebelumnya menolak swab tes.

Baca: Camat Siantar Barat Kesalkan Warga Tak Mau Di Swab