JAKARTA, HETANEWS.com - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima gelar profesor kehormatan dari Universitas Pertahanan (Unhan). Sidang senat terbuka dalam rangka pengukuhan gelar ini bakal digelar pada Jumat (11/6) mendatang.

Megawati akan dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan Unhan. Gelar itu diberikan setelah Dewan Guru Besar Unhan menilai seluruh karya ilmiah Megawati. Selain itu, pemberian gelar juga mempertimbangkan kepemimpinan Megawati dalam menghadapi krisis di era pemerintahannya.

Sejumlah guru besar juga menjadi promotor Megawati. Beberapa guru besar dalam negeri yang memberikan rekomendasi akademik berasal dari beberapa perguruan tinggi negeri papan atas, sementara rekomedasi dari guru besar dari luar negeri berasal dari Jepang, Cina, Korea Selatan, dan Prancis.

Memang kalau bicara soal catatan akademis, Megawati dikenal sebagai lulusan SMA. Ia pernah kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran pada 1965-1967. Megawati juga pernah kuliah di Fakultas Psikologi UI pada 1971-1972, namun kuliahnya tidak selesai.

Dalam sebuah kesempatan, Megawati mengungkapkan harus putus kuliah karena alasan politis. Sebab, sebagai putri Sukarno, ia dibatasi oleh Orde Baru.

Meski tak lulus kuliah, Megawati kerap menerima gelar doktor kehormatan atau honoris causa (H.C) dari berbagai universitas dari dalam dan luar negeri.

Gelar tersebut diberikan kepada seseorang yang dianggap berjasa atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia, tanpa orang tersebut perlu untuk mengikuti dan lulus dari pendidikan yang sesuai untuk mendapatkan gelar tersebut.

Gelar yang diterima Megawati pun lebih banyak di bidang politik dan pemerintahan.

  • Berikut daftar gelar honoris causa yang telah diterima Megawati selama ini:

1. Doktor Honoris Causa dari Universitas Waseda Tokyo, Jepang: September 2001

2. Doktor Honoris Causa bidang politik dari Moscow State Institute of International Relations (MGIMO), Rusia: 22 April 2003

3. Doktor Honoris Causa bidang politik dari Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korsel: 19 Oktober 2015

4. Doktor Honoris Causa bidang politik dan pemerintahan dari Universitas Padjajaran, Bandung: 25 Mei 2016

5. Doktor Honoris Causa bidang pendidikan politik dari Universitas Negeri Padang: 27 Sepember 2017

6. Doktor Honoris Causa bidang demokrasi ekonomi dari Mokpo National University, Korsel: 16 November 2017

7. Doktor Honoris Causa bidang politik dan pemerintahan dari IPDN: 8 Maret 2018

8. Doktor Honoris Causa bidang diplomasi ekonomi dari Fujian Normal University, China: 5 November 2018

9. Doktor Honoris Causa bidang kemanusiaan dari Soka University, Tokyo: Januari 2020

sumber: kumparan.com