SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Badan Narkotika Nasional Kabupaten [BNNK] Simalungun kekurangan Sumber Daya Manusia [SDM] dalam memberantas dan menindak peredaran gelap narkotika.

Saat ini, diketahui hanya ada 27 orang yang bertugas di BNNK Simalungun. Padahal Kabupaten Simalungun sebagai wilayah darurat narkoba dan peringkat pertama peredaran gelap narkotika di Provinsi Sumatera Utara.

Dengan SDM yang minim, dinilai tak sebanding dengan jumlah penduduk dan wilayah teritorial Simalungun yang cukup luas.

"Dengan keterbatasan SDM BNNK Simalungun tetap melakukan tugasnya dalam pemberantasan penindakan peredaran Narkotika," kata Penyidik BNNK, Raf Marbun ditemui, Selasa (8/6/2021).

Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK, Deswita Sibarani menambahkan, selama Januari hingga Juni 2021, tercatat sebanyak 6 orang penyalahguna Narkotika yang menjalani rehabilitasi rawat jalan dan 1 orang ditahan oleh BNNK Simalungun. 

"Enam orang penyalahguna Narkotika serta menahan satu orang tersangka sebagai pengguna warga Kerasaan," kata Deswita.

Dengan keterbatasan SDM yang dihadapi, BNNK tetap optimistis menjalankan program sosialisasi kepada masyarakat untuk meminimalisir penyalahgunaan Narkotika.

"Sosialisasi terkait bahaya Narkoba pun tetap dilakukan di Kecamatan dan Nagori. Selain itu, pengawasan dan pemantauan kepada para pelaku pengguna Narkoba terus dilakukan," tutup Deswita.

Penulis: Kontributor Simalungun, Dani Rachdian