Siantar, Hetanews.com - Pardomuan Nasution, Camat Siantar Barat sangat menyesalkan sikap pihak keluarga yang tidak mau dilakukan swab test pasca meninggalnya W di Kelurahan Bantan pada Sabtu, (5/6/2021) lalu. Pihak keluarga termasuk RW setempat terkesan menutupi jika W meninggal dalam keadaan terpapar covid-19.

Kepada hetanews.com, Pardomuan Nasution melalui sambungan telepon secara singkat menceritakan kronologis terkait W yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar. " Awalnya W sudah dalam keadaan kritis di ruang ICU dan menunggu hasil swab. Tapi pihak keluarga menolak untuk dirawat dan diisolasi, dengan membuat surat pernyataan menolak diisolasi. Keluarga membawa pasien pulang sekitar pukul 02.00 wib dinihari. Hingga meninggal sekitar pukul 03.00 wib dinihari. Artinya sejam dibawa pulang dan meninggal," jelasnya.

Kami mendapatkan informasi dari pihak RST melalui gugus tugas sekitar pukul 09.00 wib. Langsung menuju rumah duka dan banyak pelayat, sedangkan jenazah juga sudah dimandikan dan dikafani. Jadi, pelayat tidak tahu, jika jenazah terpapar Covid karena disembunyikan pihak keluarga termasuk RW, kata Doni.

Setelah tim turun maka tidak dibenarkan adanya acara dan mayat langsung dibawa keluarga ke makam di jalan Bali. 

Lebih lanjut dijelaskan pak Camat yang baru beberapa bulan menjabat, pasca peristiwa itu, petugas gabungan meminta agar pihak keluarga termasuk Bilal mayit untuk di swab,tapi semua menolak meski telah diedukasi dengan baik.

"Bahkan RW nya tidak bisa dihubungi dan menghilang," kata Domu. 

Karena menolak di swab, maka petugas melakukan penyegelan terhadap beberapa rumah yang dilarang untuk dikunjungi selama 14 hari ke depan karena diduga terpapar Covid 19. Sebelumnya, lokasi jalan Manunggal Kelurahan Bantan Siantar Barat juga sudah di disinfektan.

Meski demikian, Camat akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait penolakan tersebut. "Karena ini masalah urgent dan sudah menjadi masalah nasional bahkan dunia, maka setiap orang yang diduga terkonfirmasi harus di swab. Sedangkan orang yang yang membuat kerumunan saja bisa dipidana, apalagi mereka yang tidak mau di swab. Karena ini sudah peraturan," tegasnya lagi. 

Apalagi Kelurahan Bantan, kini berstatus zona merah padahal dulunya masih zona kuning. Sehingga perlu tindakan tegas, kata Domu.