MEDAN, HETANEWS.com - Delapan personel Polres Tanjungbalai yang terdiri dari tiga personel Dit Polair, dan lima personel Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai terpaksa berurusan dengan Bidang Profesi Pengamanan (Propam) Polda Sumut.

Kedelapan personel ini diduga ada kaitannya dengan penyelundupan 57 Kg sabu di Sungai Lunang, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan. Menurut Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, kedelapan personel Polres Tanjungbalai itu masih dimintai keterangannya.

Namun Nainggolan tidak merinci lebih lanjut, apakah kedelapan orang ini terlibat langsung, atau hanya sebagai beking gembong narkoba di kawasan Asahan dan Tanjungbalai. 

"Sekarang ini sedang dilakukan klarifikasi," kata Nainggolan, Senin (7/6/2021).

Sayangnya, Polda Sumut masih merahasiakan identitas kedelapan personel dimaksud. Diketahui, kasus ini bermula dari temuan sabu seberat 57 Kg di Sungai Lunang, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan pada Rbu (19/5/2021).

Saat itu, dua orang pelaku yang diduga merupakan kurir berhasil melarikan diri. Barang bukti 57 kg sabu itu ditinggal di atas sampan. Dari hasil pemeriksaan, 57 Kg sabu itu terdiri dari 41 bungkusan warna hijau merk Qing Shan dan 16 bungkus warna kuning merk Guanyinwang.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kasus temuan 57 Kg sabu ini disinyalir ada kaitannya dengan oknum petugas di Polres Tanjungbalai. Sehingga kedelapan orang ini dipanggil Bid Propam Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan.

Sumber: tribunnews.com