KARO, HETAEWS.com - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali erupsi pada Minggu (6/6) malam. Erupsi ini mengakibatkan hujan debu vulkanik di beberapa lokasi di Kota Medan, Binjai, dan Kabupaten Langkat.

Kepala BPBD Karo, Juspri Mahendra Nadeak, mengatakan erupsi terjadi sekitar pukul 23.50 WIB dan terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 36 mm berdurasi 85 detik.

Meski kolom abu tidak teramati, butiran pasir atau kerikil dari erupsi melanda sejumlah desa. Salah satunya di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Namanteran.

"Informasinya di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Namanteran. Bahkan dari info yang kami dapat hujan abunya sampai (Kota) Binjai," ujar Mahendra, Senin (7/6).

Mahendra menambahkan, pihaknya terus melakukan pembersihan di beberapa desa yang terdampak debu vulkanik.

"Sudah berlangsung juga ini penyiramannya. Kalau (warga) yang diungsikan belum ada, tapi perladangan terdampak. Kalau cuaca mendukung, kita berkoordinasi agar blower itu bisa dioperasikan untuk jenis tanaman tertentu,” jelas Mahendra.

Mahendra mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Sinabung tetap waspada. Sebab status Gunung Sinabung masih di level III atau siaga.

Selain itu masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di desa yang sudah direlokasi yakni radius 3 Km dari puncak Gunung Sinabung, radius sektoral 5 Km untuk sektor selatan-timur dan 4 Km untuk sektor timur–utara.

Selain di Tanah Karo, debu vulkanik juga sampai ke beberapa daerah di luar Karo. Di antaranya Kota Medan, Binjai dan Kabupaten Langkat. Kejadian itu pun sempat viral di media sosial.

Salah seorang warga Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat, Wagi, mengatakan debu vulkanik melanda daerahnya pada pagi hari.

“Debunya halus seperti abu, tapi banyak juga seperti berpasir. Tahunya pagi tadi sekitar jam setengah 07.00 WIB," ujar Wagi kepada wartawan.

Material debu, kata Wagi, juga berdampak sejumlah perladangan warga. Debu itu menutupi tanaman seperti singkong, pisang, dan lainnya.

sumber: kumparan.com