SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Sejumlah 5 orang saksi menjelaskan jika benar korban Lamsihar Marpaung dianiaya oleh 3 terdakwa. Ke-3 terdakwa antara lain Bagana Siahaan, Frans Gudman Simanjuntak dan Bisker Simanjuntak.

Pengeroyokan itu dilakukan para terdakwa pada Jumat, 12 Pebruari 2011 sekira pukul 21.00 wib si pinggir jalan, tepatnya di depan rumah terdakwa Bisker di Lumban Sihobuk Kelurahan Tigabalata Kecamatan Jorlang Hataran Simalungun.

Sesuai dakwaan jaksa Juna Karo Karo SH, jika malam itu korban Lamsihar sedang berjalan mendekati ke-3 terdakwa yang sedang duduk di teras rumah Manase Siahaan. Korban berjalan sambil bernyanyi "Bagai manakah Bagana”.

Lalu terdakwa Bagana berteriak mengatakan “Apanya Kau bilang babi”. Tak terima orangtuanya dibilang begitu, anak korban Hilent Marpaung marah dan mengatakan “Apanya kau bilang, sudah tua bapakku”.

Sehingga terdakwa Bagana “Tidak Takut aku sama bapakmu” dan secara tiba-tiba berteriak mengatakan “Serbu”. Para terdakwa pun langsung berdiri dan lompat mendekati mengelilingi saksi korban. Korban didorong hingga jatuh terlentang ketanah dan dianiaya.

Terjadi perkelahian, terdakwa Bagana memegang parang dibantu terdakwa Frans Gudman mendorong dada korbannya. Meninju bagian wajah korban sehingga datang saksi Pahala Siahaan melerai pemukulan tersebut.

Akibat perbuatan para terdakwa, saksi korban Lamsihar mengalami luka koyak dan bengkak di pelipis sebelah kanan mata dan juga bengkak serta memar dibahagian kelopak mata bawah kanan dan merasakan sakit dikepala dan juga tubuhnya sehingga saksi korban tidak dapat melihat dengan jelas akibat luka dimata dan terhalang melakukan kegiatan sehari-hari. Sesuai Surat Visum et Repertum No.63/Pusk.TB/II/2021 tanggal 15 Februari 2021 yang dibuat dan ditandatangani dibawah sumpah oleh dr. Amran H. Situmorang, MKM dokter pada Puskesmas Tiga Balata.

Dalam persidangan, para terdakwa didampingi pengacara B Banjarnahor SH. Perbuatan para terdakwa dijerat jaksa melanggar pasal 170 Ayat (2) ke-1 KUHPidana.

Untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya, persidangan dipimpin hakim Roziyanti ditunda hingga Senin (7/6) mendatang.