SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Banjir bandang yang menerjang kawasan Parapat, Danau Toba, Sumatera Utara pada Kamis (13/5/2021) lalu, masih meninggalkan tanda tanya, karena sampai detik ini masih belum ada penjelasan pasti apa penyebab terjadinya banjir bandang tersebut.

Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga saat ditemui hetanews dalam Rapat Haroan Bolon, Rabu (2/6/2021) menjelaskan bahwa sudah menemukan solusi untuk banjir yang terjadi yaitu dengan bekerjasama dengan para pengusaha yang ada di Parapat.

"Kita juga sudah berkoordinasi dengan beberapa pengusaha di parapat ya, untuk membuat semacam tembok. Tembok di atas sebagai sumber daripada jatuhnya air. Jadi tembok itu nanti kita alirkan melalui pipa yang besar ke bawah. Jadi ketika datang hujan tidak langsung bertumpu langsung jatuh tapi mungkin kalaupun datang hujan ekstrem sudah megalir ke bawah dialiri oleh pipa dan sekarang sudah jalan," terangnya.

Pria yang akrab dengan sapaan RHS itupun menambahkan bahwa air hujan tersebut akan dialirkan ke Danau Toba.

"Di bawah, kita buat box klaster untuk menahan air yg datang dari atas, dan itulah nanti yang kita alirkan ke Danau Toba," tambahnya.

Perihal penyebab terjadinya banjir bandang yang mengakibatkan terganggunya aktivitas warga itu, RHS meyakinkan, bahwa curah hujan yang ekstrem adalah sebagai penyebab utamanya.

"Penyebabnya itu kan terjadi ketika hujan yang ekstrem ya. Tapi kita masih melakukan pendalaman sumber-sumber kenapa bisa terjadi banjir seperti itu. Karena yang saya tau yang disebut banjir bandang, ketika menyapu di sepanjang aliran yg dialiri oleh air itu. Tapi kalau banjir bandang yg di Parapat saya tidak tau persis apa seabnya, karena saya bukan ahli di bidang itu," tutup RHS.