SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Wakil Bupati Simalungun Zonny Waldi mengatakan  Narkoba adalah musuh negara, musuh rakyat karena dapat merusak masa depan masyarakat Indonesia terkhusus masyarakat Kabupaten Simalungun.

Oleh karena itu, kata Zonny, upaya penanggulangan narkotika membutuhkan dukungan penuh dari semua lapisan masyarakat. 

"Dalam pencegahan Narkoba, seluruh pemerintahan harus ikut berpartisipasi dalam pencegahan. Mulai dari sekretariat sampai pada jajaran perdesaan, karena narkoba ini sudah merambat dari kalangan yang tinggi hingga persesaan,"kata zonny, Rabu (2/6/2021).

Selanjutnya Wakil Bupati mengatakan, pecandu narkoba umumnya pada usia produktif, yaitu usia 17 tahun samapai usia 40 tahun.

Oleh karena itu pemerintah perlu membentuk Tim Terpadu mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Kelurahan dan Nagori dengan melibatkan para tokoh masyarakat, tokoh agama dan para orang tua yang berkontak langsung dengan anak-anak mereka sendiri.

"Pencegahan Narkotika bukan hanya pekerjaan BNN saja melainkan tanggung jawab kita bersama," imbuhnya.

Sebelumnya Kepala BNNK  Simalungun Kompol Suhana Sinaga, mengatakan selain zona merah dan darurat Narkoba, Kabupaten Simalungun masuk sebagai peringkat pertama zona merah dari seluruh Kabupaten se Propinsi Sumatera Utara.

"Kita sudah zona merah di Kabupaten Simalungun, sedangkan di Sumatera Utara kita masuk peringkat pertama zona merah dari seluruh Kabupaten," ungkap Suhana

Dia menyampaikan saat ini pihaknya bersama instansi dan stakeholder untuk melakulan penerapan Inpres Nomor 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) P4GN tahun 2020-2024.

Penulis: Kontributor Simalungun, Dani Rachdian

Baca: Kabupaten Simalungun Peringkat Pertama Zona Merah Narkoba