SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Kabupaten Simalungun tercatat sebagai wilayah Zona merah dan darurat Narkoba. Kondisinya demikian begitu mengkhawatirkan dan membahayakan generasi penerus bangsa.

Hal ini disampaikan Kepala BNNK  Simalungun Kompol Suhana Sinaga, saat diwawancara awak media di sela-sela rapat kerja program pemberdayaan masyarakat lintas Instansi Pemerintah, bersama Uspida Kabupaten Simalungun di Hotel Niagara Parapat, Rabu (02/06/2021).

Suhana mengatakan bahwa selain zona merah dan darurat Narkoba, Kabupaten Simalungun masuk sebagai peringkat pertama zona merah dari seluruh Kabupaten se Propinsi Sumatera Utara.

"Kita sudah zona merah di Kabupaten Simalungun, sedangkan di Sumatera Utara kita masuk peringkat pertama zona merah dari seluruh Kabupaten," ungkap Suhana

Dia menyampaikan saat ini pihaknya bersama instansi dan stakeholder untuk melakulan penerapan Inpres Nomor 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) P4GN tahun 2020-2024.

"Rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika."

Khusus di Simalungun BNN telah melakukan sosialisasi di sekolah, dan seluruh lapisan masyarakat tentang bahaya narkoba agar bisa imun dan terproteksi serta bisa menghindari bahaya penyalahgunaan narkoba.

"Kalau kita tidak perhatian terhadap generasi terkait bahaya narkoba maka mereka bisa hancur dan negara bisa lost generation sebagai aset negara, maka akan jadi apa negera kita ini," bebernya.

Dalam menyikapi bahaya Narkoba di Simalungun Suhana mengatakan BNN tetap melakukan upaya sosialisasi, pemberantasan, dan rehabilitasi.

Selain Sosialisasi dan pemberantas Narkoba BNN akan melakukan rehabilitasi total.

Artinya, bila ada keluarga atau masyarakat baik generasi muda sebagai pemakai maka akan dilakukan rehabilitasi bukan penangkapan. 

"Kalau ada masyarakat yang mengetahui dikeluarganya atau dilingkungannya terindikasi pemakai narkoba segera melaporkan ke BNN Simalungun, agar bisa di rehabilitasi dan tidak di tangkap 100 persen," kata Suhana.

"Hindarilah penyalahgunaan narkoba agar tercapai cita cita dan prestasi membangun Bangsa," himbau Suhana.

Sementara Wakil Bupati Simalungun Zoni Waldy  yang hadir saat rapat kerja itu mengatakan Narkoba adalah musuh Negara yang dapat merusak masa depan masyarakat Indonesia terkhusus masyarakat Kabupaten Simalungun.

"Oleh karenanya upaya Penanggulangan Narkotika tersebut membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat terlebih dukungan dari pemerintah," ujar Zoni Waldy.

Ia melanjutkan, dalam pencegahan Narkoba, seluruh stakeholder dan pemerintah harus ikut berpartisipasi dalam pencegahan.

Mulai dari sekretariat sampai pada jajaran pedesaan, karena narkoba ini sudah merambat dari kalangan yang tinggi hingga kalangan bawah

Dia juga menjelaskan bahwa pecandu narkoba terbanyak pada usia produktif, yaitu umur 17 tahun sampai umur 40 tahun.

Sehingga pemerintah perlu membentuk Tim Terpadu dari tingkat pemerintah kabupaten, kecamatan hingga kelurahan dan Nagori.

Penulis: Kontributor Toba, Feri

Baca: Perkara di Kota Siantar Didominasi Kasus Narkotika