SIANTAR, HETANEWS.com - Kejaksaan Negeri [Kejari] Kota Siantar melakukan pemusnahan sejumlah barang bukti [BB] dari perkara yang telah berkekuatan hukum tetap. 

Terdapat 126 perkara sejak Desember 2020 hingga Mei 2021. Dari jumlah perkara tersebut, hampir 70 persen didominasi perkara narkotika.

"Hampir 70 persen perkara narkotika,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri [Kajari], Agustinus Wijono Dososeputro, saat gelar pemusnahan BB di halaman gedung Kejari di Jalan Sutomo, Selasa (1/6/2021).

Menurut Agustinus, wilayah Kota Siantar termasuk jalur perlintasan yang merupakan daerah strategis untuk peredaran gelap narkotika. 

Baca: Kepala BNNK Menyesalkan Tidak Ada Perda Tentang Narkoba

Dia pun mengajak seluruh Forkopimda yang hadir untuk berperan serta dalam penyuluhan hukum, memberikan edukasi kepada generasi muda tentang bahaya narkotika dan ancaman hukuman.

"Awalnya dikasih lalu ketagihan dan terpaksa membeli hingga menjadi kurir. Peredaran narkotika melibatkan remaja dan generasi muda," jelasnya.

Pada kesempatan ini, Wali kota Hefriansyah mengaku prihatin banyaknya kasus peredaran narkotika di wilayah yang ia pimpin.

"Miris, hampir 70 persen apalagi targetnya generasi muda bangsa," kata Hefriansyah.

Pemusnahan BB ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Wali kota Hefriansyah, Ketua PN Derman P Nababan, Kalapas Rudi F Sianturi, mewakili Kapolres, Kepala BNNK T Harianja, mewakili Dandim 02/07 Simalungun dan perwakilan BKSDA Sumut.

Baca: Ini Barang Bukti yang Dimusnahkan Kajari Siantar