MEDAN, HETANEWS.com - Sejumlah warga yang menjadi korban investasi bodong melapor ke Polrestabes Medan, Senin (31/5/2021). Mereka melaporkan seorang warga berinisial AS terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp20 miliar. 

Dari informasi yang dihimpun, setidak ada lima orang korban yang melapor ke Polrestabes Medan. Dalam melancarkan aksinya, terlapor AS melancarkan aksinya dengan berbagai cara. 

Kepada korban yang perempuan, dia mengajak ikut arisan online sementara ke korban laki-laki korban mengajak itu ikut berinvestasi di sebuah proyek. 

Salah satu korban bernama Larasati Ririt Ardina (31) warga Jalan Pasar I Tanjung Sari Asam Kumbang mengaku sudah menyerahkan uang sebesar Rp112 juta kepada AS. Namun pengembalian uang yang sudah diserahkannya tersebut hingga saat ini tidak direalisasikan oleh pelaku. 

"Seiring berjalannya waktu, dia berulah. Keuntungan dan uang saya tak kunjung saya terima," ucapnya. 

Larasati mengaku sudah melaporkan AS ke Polrestabes Medan sejak 1 Oktober 2021 lalu. Laporan tersebut tertuang dalam STTP/2432/X/2020 tanggal 1 Oktober 2020 yang ditandatangani Ka SPKT melalui Kanit II Iptu B Surbakti.

"Kami berharap polisi memproses kasus ini," katanya. 

Sementara korban lainnya yakani Agung Wirawaskito. Warga Jalan AH Nasution itu diminta untuk menyetorkan uang senilai Rp195 juta. Modusnya titip dana untuk sebuah proyek. 

"Jadi dia bilang ke saya, titip Rp5 juta nanti akan dikembalikan Rp7 juta. Saya menyetorkannya bertahap mulai awal April 2020. Puncaknya pada bulan Oktober 2020 lalu, saya kasih Rp100 juta," katanya. 

Agung mengingat, dia dan rekan-rekannya yang lain yang juga menjadi korban pernah bertemu dengan AS di suatu tempat untuk menanyakan kejelasan dana yang mereka setor.  

Saat itu, seorang pria mengaku berinisial B meyakinkan kepada mereka kalau uang itu ada, namun semua nasabah minta dikeluarkan keuntungan saat bersamaan. 

"Jadi B ini masih ada hubungan keluarga dengan AS. Kami diminta bersabar. Lalu kami juga pernah menggeruduk kediaman B di Perumahan Puri Regency Jalan HM Joni, saat itu dia mengaku tidak mengenal AS," ucapnya. 

Agung mengatakan, dalam waktu dekat dia juga berencana untuk membuat laporan resmi di Polrestabes Medan dan saat ini dia sedang melengkapi berkas. 

"Hari Rabu nanti saya buat laporan, tadi sudah minta saran sama petugas di sana," ucapnya. 

Sementara itu, Panit Tipiter Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Zikri Sinurat mengatakan, berkas laporan investasi bodong masih dalam pemeriksaan penyidik.

"Ya benar, tadi para korban mendatangi penyidik menanyakan perkembangan. Sampai saat ini masih diperiksa oleh penyidik," ucapnya. 

Sumber: inews.id