SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Simalungun Irvan Maulana SH mengatakan jika jumlah perkara pidana di Wilayah hukumnya menurun drastis.

Baik perkara terkait pidana orang dan harta benda (OHARDA), Gangguan Kamtibbum/umum dan narkotika penurunannya sekitar 40 persen.

Hal itu diungkapkannya ketika ditanya wartawan Senin (31/5) di ruang kerjanya. Penurunan jumlah perkara pidana memungkinkan jika kesadaran hukum masyarakat semakin tinggi.

"Mungkin di Simalungun, masyarakatnya sudah sadar hukum, sehingga jumlah kejahatan menurun," kata Irvan.

Sesuai data Tahun 2020, jumlah perkara Pidum mencapai hampir 800 berkas, dan perkara yang sudah putus sebanyak 641 perkara. Sedangkan tahun 2021 (Januari hingga Mei 2021) jumlah perkara yang masuk (SPDP) sebanyak 237 berkas dan jumlah yang sudah putus sebanyak 178 saja.

Untuk kasus perjudian menurun drastis, bahkan dalam kurun waktu Januari-Mei 2021 tidak sampai 10 berkas perkara. Seperti di beritakan di salah satu media online sebelumnya, jika judi marak di Simalungun. Tapi tak tersentuh oleh APH (Aparat penegak hukum).

Demikian juga kasus narkotika hanya 78 perkara dan vonis 61 perkara. Faktanya sangat jelas dengan menurunnya jumlah narkotika yang ditangani kejaksaan.

Karena nyaris tidak ada penangkapan dalam kasus judi yang ditangani Polres Simalungun. Berbeda dengan tahun sebelumnya, jika kasus judi banyak ditangkapi oleh Polres Simalungun. Menurut Irvan, kasus yang banyak ditangani saat ini adalah perkara pencurian, UU perkebunan dan perkara asusila. 

Baca: Judi Togel Kembali Beroperasi Di Kecamatan Pane Tongah Dan Kecamatan Sidamanik