SIANTAR, HETANEWS.com - Sumarni als Arni seorang Ibu Rumah Tangga dan memiliki tato di lengan kirinya, didakwa menjual sepeda motor yang dipinjamnya. Agenda persidangan Kamis (27/5) di Pengadilan Negeri Pematangsiantar mendengarkan keterangan saksi korban Rosliana Siregar.

Sebelumnya, dalam surat dakwaan jaksa Anna Lusiana SH disebutkan jika terdakwa sudah berencana menjual sepeda motor demi mendapatkan uang. Dengan menghubungi Junaidi (DPO)

"dimana kau tahu bisa menjual sepeda motor," kata terdakwa.

Lalu Junaidi mengatakan di Medan lah. Dengan akal akalan terdakwa meminta saksi korban Rosliana Siregar untuk mengisikan pulsanya Rp 5 ribu dan dibayar di depan rumah.

Usai mengisi pulsa, korban datang menemui terdakwa untuk mengambil uang pulsanya. Kesempatan itu digunakan terdakwa untuk meminjam sepeda motor korban dengan alasan mau mengambil gaji suaminya di Tigabalata.

Korban percaya dan memberikan sepeda motor bersama STNK nya. IRT itu pun menelpon Junaidi agar segera datang ke rumahnya di jalan Kol Kelurahan Tomuan Siantar Timur pada 25 April 2020 untuk mengambil sepeda motor yang dipinjamnya.

Terdakwa Arni bersama Junaidi langsung menuju Medan dan menjual Honda Beat BK 6908 warna magenta hitam lengkap dengan STNK nya kepada seseorang di Medan seharga Rp 3,5 juta.

Dari hasil penjualan, terdakwa mendapatkan bagian 2 juta dan Junaidi 1,5 juta. Akibat perbuatan terdakwa, korban mengalami kerugian 20 juta. Arni dijerat dengan pasal 378 atau pasal 372 KUH Pidana.

Persidangan dipimpin Derman Nababan SH ditunda hingga Kamis mendatang, masih mendengarkan keterangan saksi-saksi.