SIANTAR, HETANEWS.com - Notaris Dr Henry Sinaga SH, Sp.N, M.Kn akan dipanggil Polres Siantar usai mengadukan Walikota Siantar Hefriansyah atas kasus Kenaikan Nota Jual Objek Pajak (NJOP) yang mencekik leher 10 Mei 2021 yang lalu.

Saat dihubungi lewat seluler Henry Sinaga mengatakan bahwa dia akan dipanggil Polres untuk memberikan keterangan terkait kenaikan NJOP.

“Aku kan diundang Rekrim 31 Mei ini, nanti disitu ku jelaskan cemana unsur pidananya, apa yang terjadi dan data-data yang ada sama saya,” kata Henry Jumat (28/5/2021).

Masih kata Henry, Perjuangan kita masih berlanjut, sekarang ini memasuki ranah hukum pidana.

“Saya ada mencium  bau hukum unsur pidana disini, makanya saya lapor kepada Polri selaku pengayom masyarakat, biar polisi yang menelusuri  apakah ada tindak pidana yang terjadi,” ucapnya.

Dilanjutkannya, kalau misalnya polisi nanti menemukan ada unsur pidana, polisi akan menindaklanjuti dan mengembangkannya.

Henry berharap agar walikota Siantar Hefriansyah mencabut Perwa No 4 Tahun 2021 tentang kenaikan pajak NJOP yang naik hingga 1000 persen, sebelum dia betul-betul diselidiki secara pidana.

Menurutnya, kasus ini bisa panjang resikonya dan sangat tinggi resikonya, kalau walikota belum mencabutnya, kalau dicabutnya mungkin ceritanya lain.

“Target saya ini dicabut, agar masyarakat tidak terganggu lagi aktivitas perekonomiannya,” pungkasnya.