SIANTAR, HETANEWS.com - Kejaksaan Negeri Siantar mengirim sejumlah 42 orang tahanannya ke Lapas Klas IIA Pematangsiantar, Selasa (25/5).

Jumlah tahanan tersebut sudah terlalu banyak dari tahanan Polsek dan Polres se wilayah hukum Siantar.

Tahanan yang dikirim ke Lapas merupakan tahanan jaksa dan tahanan hakim. Artinya berkas perkaranya sudah dinyatakan P-21 dan juga perkaranya sudah disidangkan.

Selama ini dititip di Polres ataupun Polsek, mengingat situasi pandemi dan pembatasan jumlah tahanan di Lapas.

Sehingga untuk mengurangi populasi di Lapas, tidak menerima tahanan titipan Polres, hanya tahanan jaksa dan hakim.

Demikian dikatakan Kasi Intel Kejari Pematangsiantar Rendra Yoki Pardede SH kepada wartawan di ruang kerjanya, siang itu.

"Sebanyak 42 Tahanan sudah ditransfer ke Lapas, tahanan yang berstatus sudah P-21 dan juga yang sudah disidangkan," kata Rendra.

Sebelum masuk ke dalam Lapas, dilakukan Rapid Test kepada para tahanan tersebut. Untuk memastikan, mereka sehat dan terinfeksi virus Corona. Jika ada yang reaktif saat di Rapid test, maka dilakukan swab antigen, jelas Rendra.

Dari 42 tahan tersebut, semua dinyatakan negatif dan bisa masuk ke Lapas. Pemeriksaan dengan alat Rapid Test dilakukan oleh petugas medis Lapatar (Lapas Siantar) di jalan Asahan Km 6,5.

Setelah masuk ke Lapas, tahanan baru akan dikarantina selama 14 hari sebelum berbaur dengan napi yang sudah ada. Hal ini dilakukan guna pencegahan penyebaran covid-19 di lingkungan Lapatar.

Proses pemindahan tahanan tersebut berlangsung aman lancar dipimpin petugas Waltah Kejari Siantar Fandana Alnur dan Surya Pranatha Syahputra.

Menurut Rendra, petugas medis Lapatar hanya melakukan test sedangkan untuk alat Rapid menjadi tanggung jawab Kejari Pematangsiantar. "Alatnya kita siapkan, petugasnya dari Lapas," sebutnya.