SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Pematangsiantar melaksanakan kegiatan Capacity Building II – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se- Wilayah Kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar yang meliputi Sisi Batas Labuhan, Senin (24/5).

Dalam rangka meningkatkan pemahaman terhadap TPID khususnya terkait surplus defisit komoditas pangan di Sisi Batas Labuhan (Pematangsiantar, Simalungun, Batubara, Asahan, Tanjung Balai, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan).

Kegiatan berlangsung di Hotel Niagara Parapat dengan tetap menerapkan Protokoler kesehatan. Karena semua peserta yang hadir dari Sisi Batas Labuhan telah di swab antigen.

Acara diikuti oleh perwakilan dari Tim Teknis TPID, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian dari masing-masing Kota/Kabupaten di Sisi Batas Labuhan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Edhi Rahmanto Hidayat menyampaikan dalam rangka pencapaian Sinergi dalam Pemenuhan Komoditas Pangan Daerah diperlukan adanya Optimalisasi Produksi dan Kerjasama Antar Daerah.

Juga terkait inflasi di Kota Pematangsiantar pada bulan April 2021 sebesar 0,05% (mtm) antara lain disumbang oleh kenaikan beberapa komoditas diantaranya BBM, cabai merah, emas, minyak goreng, daging sapi, cumi-cumi, dan pepaya.

Terdapat beberapa hambatan dalam pengendalian inflasi saat ini, diantaranya terkait inefisiensi struktrur komoditas pangan, kendala akses transportasi, kesenjangan informasi, dan terbatasnya kapasitas produksi.

Selanjutnya dalam rangka strategi optimalisasi produksi komoditas pangan dapat dilakukan dengan beberapa langkah operasional pengembangan komoditas pangan diantaranya melalui penyediaan sarana produksi dan alat mesin pertanian, penerapan teknologi budidaya, dukungan alsintan panen, sampai dengan revitalisasi sarana dan kelembagaan pasar produk pertanian.

Penyelenggaraan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dalam memenuhi kebutuhan pangan penting untuk menjaga kestabilan harga di tingkat produsen dan konsumen serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Peran pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan melalui adanya perlindungan harga di tingkat produsen, menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen, sampai dengan efisiensi mata rantai pasokan.

Turut memberikan pemaparan sebagai narasumber dalam kegiatan ini Ir. Lusyantini, MM selaku Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara dan Rismauli Gultom Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara.

Hadir secara virtual menyampaikan success story dari Syahroni Pimpinan Gapoktan Sumber Makmur Majenang Cilacap terkait keberhasilan produksi panen tanaman padi berikut kerjasama dengan PT Food Station Jakarta sejak tahun 2018. Sampai dengan tahun 2020 kerjasama skema kontrak lahan telah menjapai ± 850 hektare.

Selanjutnya melalui pemaparan Sukarman selaku pimpinan Koperasi Putera Blitar sebagai penghasil dan pemasok telur nasional dengan kapasitas 200-250 ton per hari (30% pasukan telur nasional). Melalui kisah sukses dapat memberikan contoh bagi peningkatan kapasitas produksi yang dapat diadopsi di Sisi Batas Labuhan.

Mengakhiri pertemuan Capacity Building dilaksanakan Focus Group Discussion dengan seluruh peserta kegiatan. Melalui pertemuan ini diharapkan masing-masing TPID di Sisi Batas Labuhan mampu memutuskan kebijakan yang akan ditempuh terkait pengendalian juga pemantauan dan mengevaluasi efektifitas kebijakan serta merumuskan rekomendasi kebijakan dalam upaya menjaga keterjangkauan barang dan jasa di Sisi Batas Labuhan.