MEDAN, HETANEWS.com - Polisi memeriksa mantan Kepala Dinas Kesehatan Sumut berinisial AMH dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sumut, AYR, Senin (25/5). Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara (Sumut), AKBP MP Nainggolan menjelaskan, pemeriksaan dilakukan tim penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut, terkait pengembangan kasus vaksin Covid-19 berbayar di Kota Medan.

"Jadwalnya hari ini, diperiksa mantan Kadis Kesehatan Sumut dan Plt Kadis Kesehatan Sumut," kata MP Nainggolan kepada wartawan di Medan.

MP Nainggolan enggan memerinci lebih jauh terkait pemeriksaan terhadap dua orang tersebut. Namun hadirnya AMH dan AYR untuk memenuhi undangan panggilan penyidik hanya sebagai saksi.

"Kemungkinan mereka hadir, tapi saya tidak tahu namanya," ungkapnya.

Sebelumnya, polisi menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan jual beli vaksin Covid-19 di Kota Medan yakni SW, IW, KS, dan SH. Para tersangka dijerat dengan pasal yang berbeda. IW dan KS dikenakan Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 5 Ayat 2 atau Pasal 11 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Lalu, SW, dikenakan Pasal 5 Ayat 1 huruf a dan b atau Pasal 13 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kemudian, SH dikenakan Pasal 372 dan 374 KUHP bahkan tidak menutup kemungkinan akan diterapkan pasal tindak pidana korupsi. 

Baca juga: Pengakuan Tersangka Penyedia Vaksin Sinovac Ilegal di Sumut

sumber: merdeka.com