HETANEWS.com - Antisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca-libur Lebaran 2021, Satgas Penanganan Covid-19 mengimbau masyarakat untuk tidak berkerumun dan bepergian. Dari pengalaman sebelumnya, Satgas menyebutkan, lonjakan kasus terbukti terjadi pada empat momen libur panjang pada 2020.

Lonjakan kasus juga biasanya diikuti lonjakan kematian akibat Covid-19. Menurut Satgas, fenomena tersebut terjadi karena kecenderungan masyarakat melakukan perjalanan setiap libur panjang.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B. Harmadi mengatakan, meningkatnya aktivitas perjalanan akan menciptakan kerumunan.

Tidak hanya itu, hal tersebut juga mendorong menurunnya kepatuhan menerapkan protokol 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

"Inilah yang memicu lonjakan kasus. Lalu saat terjadi lonjakan kasus, beban pada pelayanan kesehatan juga ikut meningkat," kata Sonny, dikutip dari covid19.go.id, Kamis (20/5/2021).

Batasi kerumunan

Sejumlah pembeli kerudung berkerumun di salah satu kios Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat (7/5/2021) sore.
Foto: KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Soedjatmiko, mengimbau agar masyarakat membatasi kerumunan, baik pemudik maupun non-pemudik.

Soedjatmiko mengatakan, bagi masyarakat yang tidak mudik, sebaiknya tidak berkerumun di pusat perbelanjaan atau tempat wisata.

"Jangan sampai saudara kita tertular Covid-19 hingga bergejala berat dan masuk rumah sakit," kata Soedjatmiko.

Mengutip data Satgas Penanganan Covid-19, Soedjatmiko menyebutkan, dari 6-7 orang yang berkerumun ada 1 orang yang positif Covid-19.

"Apalagi dalam kerumunan itu kecenderungan mengabaikan protokol kesehatan juga tinggi, seperti memakai masker tidak benar, bahkan tidak memakai masker sama sekali," ujar dia.

Imbauan untuk menghindari kerumunan juga disampaikan kepada masyarakat yang telah menerima dua dosis vaksin Covid-19 secara lengkap.

"Masih ada peluang sebesar 35 persen bagi orang yang sudah divaksinasi untuk tertular Covid-19. Sehingga tidak ada jaminan kita kebal 100 persen dari Covid-19," kata Soedjatmiko.

Penambahan kasus masih terjadi

Petugas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor membubarkan massa yang berkerumun dalam proses syuting film sinetron ikatan cinta di Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (27/1/2021).
Foto: Dok Polres Bogor

Penambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia masih terus terjadi. Diberitakan Kompas.com, data dari Satgas Penanganan Covid-19 hingga Jumat (21/5/2021) pukul 12.00 WIB menunjukkan, ada penambahan 5.746 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 1.764.644 orang, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Data yang sama menunjukkan bahwa ada penambahan pasien yang pulih dari Covid-19. Dalam sehari, jumlahnya bertambah 4.570 orang. Dengan demikian, jumlah pasien yang pulih dari Covid-19 di Indonesia hingga saat ini mencapai 1.626.142 orang.

Akan tetapi, jumlah pasien yang meninggal setelah terpapar Covid-19 juga terus bertambah. Pada periode 20-21 Mei 2021, ada 186 pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 mencapai 49.073 orang sejak awal pandemi.

Satgas Penanganan Covid-19 juga mencatat, saat ini ada 89.429 kasus aktif Covid-19. Kasus aktif adalah pasien yang masih terkonfirmasi positif virus corona, dan menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri. Selain itu, kini terdapat 77.431 orang yang berstatus suspek.

Sumber: kompas.com