SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Mahkamah Agung [MA] RI menolak kasasi dari Jaksa penuntut umum Kejaksaan Simalungun dan melepaskan terdakwa Esterlan Sihombing (80) dari segala tuntutan hukum.

Diketahui sebelumnya, Majelis Hakim PN Simalungun menjatuhkan putusan dengan petikan 'Tidak dapat diterima dan membebankan biaya perkara kepada negara' terhadap perkara Esterlan.

Sehari setelah itu, Jaksa penuntut umum langsung mengirimkan memori Kasasi ke MA RI pada tanggal 22 Oktober 2020 melalui PN Simalungun.

Baca: Jaksa Kasasi, Babak Baru Sidang Esterlan Menanti

Dikutip dari petikan putusan MA RI No: 161 K/Pid/2021 pada Jumat (21/5/2021), kasasi dari Jaksa penuntut umum tersebut ditolak oleh MA RI.

MA juga memperbaiki putusan PN Simalungun No: 88/ Pid.B/2020/PN sim dengan kualifikasi sebagai berikut:

Menyatakan terdakwa Esterlan Sihombing terbukti melakukan perbuatan sebagaimana yang didakwa kan kepadanya, akan tetapi perbuatan itu tidak merupakan suatu tindak pidana.

"Melepaskan Terdakwa tersebut oleh karena itu dari segala tuntutan hukum. Membebankan biaya perkara pada seluruh tingkat peradilan dan pada tingkat kasasi pada negara," bunyi putusan MA.

Keadilan restoratif
Parluhutan Banjarnahor,SH dari LBH Pematangsiantar selaku Kuasa Hukum Esterlan Sihombing membenarkan putusan MA tersebut.

Pihaknya menyambut baik putusan majelis hakim MA RI yang menangani perkara itu.

“Akhirnya keadilan terwujud dalam putusan ini, dimana perbuatan yang dilakukan nenek Esterlan bukanlah tindak pidana pencurian,” kata pengacara yang akrab disapa Prima ini.

Baca: Apa Kabar Mu, Opung Esterlan boru Sihombing?

Ia menjelaskan, keadilan restoratif [Restorative Justice] adalah penyelesaian di luar pengadilan. Prinsipnya mengedepankan rasa keadilan dengan penyelesaian yang adil menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula.

"Ini menjadi pembelajaran bagi kita dalam menyelesaikan permasalah khususnya kepolisian hendak lebih mengedepankan restorative justice atau keadilan restoratif dalam menangani perkara," ungkapnya.

Nenek Esterlan (80) berurusan ke pengadilan atas kasus pencurian buah sawit di ladang miliknya [berkas perkara terpisah]. Ibu 3 anak itu didakwa melanggar pasal 362 KUH Pidana. Namun Esterlan tidak ditahan penjara.

Baca: Pengacara: Nenek 79 Tahun Ini Bukan Pencuri tapi Pemilik Lahan