JAKARTA, HETANEWS.com - Menlu Retno Marsudi mendorong PBB tidak tinggal diam usai Hamas dan Israel sepakat gencatan senjata. Sebab, persoalan dasar pertikaian Israel-Palestina diyakini belum usai.

Pernyataan Menlu Retno disampaikan di Sidang Pleno Majelis Umum PBB pada Kamis (21/5/2021). Saat Sidang Pleno berlangsung di New York, Hamas dan Israel sepakat gencatan senjata.

"Majelis Umum PBB juga harus menuntut adanya gencatan senjata segera yang langgeng dan harus dihormati seluruh pihak," ujar Retno dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Kamis waktu New York atau Jumat (21/5) pagi WIB.

"Jadi sekali lagi setelah gencatan senjata dilakukan, harus diberikan tekanan agar negosiasi segera dilakukan untuk menyelesaikan isu mendasarnya," ucap Retno.

Konflik dasar yang dimaksud Retno adalah masalah Yerusalem dan juga terus berulangnya aksi kekerasan.

"Saya juga sampaikan 3 hal kunci yang juga saya sampaikan di hadapan Majelis Umum, yaitu penghentian kekerasan dan dilakukannya gencatan senjata, memastikan akses kemanusiaan dan pelindungan rakyat sipil dan mendorong dimulainya kembali proses negosiasi multilateral yang kredibel," lanjut dia.

Sikap Indonesia tersebut, kata Retno, diapresiasi langsung oleh Presiden Majelis Umum PBB. Upaya Indonesia ini diyakini berdampak positif dan mengabulkan seluruh harapan publik dunia akan terwujudnya perdamaian di tanah Palestina.

"Secara khusus, Presiden Majelis Umum PBB menyampaikan apresiasi terhadap peran Indonesia dalam berbagai isu multilateral khususnya Palestina. Beliau tegaskan arti penting Sidang Majelis Umum PBB untuk dapat menjawab harapan publik dalam menyelesaikan permasalahan di Palestina," kata Retno.

sumber: kumparan.com