HETANEWS.com - KPK segera membahas nasib 75 pegawai yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) bersama kementerian dan lembaga terkait. Pembahasan akan dilakukan secara intensif dalam rapat pada Selasa (25/5).

Ketua KPK, Firli Bahuri, mengatakan pembahasan nasib 75 pegawai tersebut tidak bisa hanya dilakukan KPK. Pembahasan tersebut juga termasuk membahas terkait arahan Presiden Jokowi.

"Tidak bisa hanya KPK, karena terkait dengan Kementerian Lembaga lain, ada Menpan, ada Kumham yang atur regulasi, ada KASN, ada LAN, ada Menpan RB, ada BKN, inilah yang kita kerja samakan," kata Firli di kantornya, Kamis (20/5).

Baca juga: Novel Baswedan Cs Protes Gagal Tes, Arief Poyuono: Jangan Cerewet, Enggak Perlu Mengancam

Ketua KPK Firli Bahuri saat Penyerahan Hasil Asesmen Tes TWK Pegawai KPK di Kantor Kementerian PANRB, Selasa (27/4). Foto: Dok. KemenPAN RB

Baca juga: Lapor ke Ombudsman, Pegawai Beberkan 'Dosa' Pimpinan KPK

"Mohon maaf kami tidak ingin mendahului keputusannya tapi hari Selasa kita akan melakukan pembahasan intensif untuk menyelesaikan 75 pegawai KPK, rekan-rekan kami, adik-adik saya, bagaimana proses selanjutnya," sambungnya.

Diketahui 75 nama yang tidak lulus merupakan lintas departemen. Beberapa di antaranya adalah kasatgas di kedeputian penindakan seperti Novel Baswedan hingga Ambarita Damanik.

Selain itu, ada juga pejabat struktural setingkat direktur hingga deputi. Saat ini, mereka sudah dinonaktifkan berdasarkan SK yang diteken Firli Bahuri.

Firli mengatakan, pihaknya tidak cepat merespons pernyataan presiden dikarenakan butuh koordinasi dengan sejumlah pihak terlebih dahulu terkait arahan tersebut.

"Tentu libatkan kementerian lembaga lain, untuk itu kami tidak berani respons lebih awal, karena kami harus bekerja bersama-sama kementerian lembaga. Saya kira itu yang ingin saya sampaikan," ucapnya.

Baca juga: BPIP: TWK KPK tak Perlu Jadi Polemik

Aksi penutupan logo KPK dengan kain hitam oleh sejumlah pegawai KPK.
Foto: Maulana Ramadhan/kumparan

Baca juga: Jokowi Minta Peralihan Status Jadi ASN Tak Merugikan Pegawai KPK

Sebelumnya, penonaktifan 75 pegawai KPK ini mendapatkan sorotan tajam dari sejumlah pihak. Sebab, dinilai hal ini merupakan upaya Firli Bahuri 'menyingkirkan' 75 pegawai tersebut dari KPK. Namun demikian, Firli menegaskan membantah adanya upaya tersebut.

Sempat berembus kabar para pegawai yang tak lulus itu akan diberhentikan. Namun kabar itu dibantah KPK. Presiden Jokowi pun meminta TWK tak jadi dasar memberhentikan.

Baca juga: 75 Pegawai KPK Melawan Firli Bahuri dkk

Sumber: kumparan.com