SIANTAR, HETANEWS.com - Kasus pemalakan yang terjadi di seputar Terminal Eks Suka Dame Parluasan berakhir, setelah polisi menangkap satu dari dua pelaku.

Kapolsek Siantar Utara AKP Manaek Ritongah Sahala mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui pasti siapa korbannya. Bahkan menduga, bahwa korban bukan orang Siantar ataupun Simalungun.

"Dari gelagat korban saat dipalak, dia hanya terlihat pasrah. Jadi kemungkinan dia orang luar. Karena kalau orang Siantar atau Simalungun pasti dia sudah buat pengaduan," ujarnya, Selasa (18/5/2021) melalui telepon.

Identitas satu pelaku yang berhasil ditangkap merupakan warga sekitar lokasi. Dia adalah Wandy Napitupulu (34) warga Jalan Sekka Nauli, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar.

Saat itu kata Kapolsek, pelaku mengajak korban ke samping Loket Bus Intra dengan alasan untuk dinaikkan kedalam taksi gelap. Selanjutnya meminta ongkos kepada korban sebesar Rp 80 ribu.

Begitupun, korban menjawab "nanti aja". Tak berselang kurang lebih 30 menit ketika taksi yang hendak di tumpangi korban tiba. Pelaku meminta ongkos kepada korban namun korban tetap menolak.

Yakni dengan alasan terlalu mahal, dan saat itu pula pelaku melihat bahwa di kantong celana korban terlihat uang pecahan Rp 100 ribu. Karenanya, pelaku langsung mengambil uang tersebut.

"Setelah berhasil mengambil uang tersebut, kedua pelaku meninggalkan korban dan pelaku masuk ke dalam eks terminal sukadame. Uang itu digunakan kedua pelaku untuk makan siang dan malam," jelas Kapolsek lagi.

Lebih lanjut dikatakan, berhubungan korban tidak melapor. Pelaku hanya membuat pernyataan dan video tentang penyesalan dengan kejadian tersebut. Sekaligus dibuatkan surat pernyataan tegas tidak mengulanginya lagi.