SIANTAR, HETANEWS.com - Datang memenuhi panggilan ke-3 Jaksa Selasa (18/5), HS (46) selaku mantan Dirut Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) langsung ditahan terkait dugaan korupsi dana penyertaan modal T.A. 2014.

Tersangka datang ke kantor Kejari Pematangsiantar memakai kemeja putih didampingi pengacaranya Dahyar Harahap SH sekitar pukul 10.00 wib. Setelah menyelesaikan administrasi, tersangka dititipkan di RTP Polresta Siantar untuk 20 hari ke depan.

Demikian dikatakan Kasi Intel Rendra Yoki Pardede SH didampingi Kasi Pidsus Nixon Lubis SH kepada wartawan siang itu di kantornya.

Lebih lanjut dijelaskan Pardede, HS ditetapkan sebagai tersangka pada Juli 2019. Kepada tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) ataupun pasal 3 Jo pasal 18 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Penahan tersangka sudah sesuai prosedur, berdasarkan Pasal 21 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), dikhawatirkan akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan pasal yang disangkakan sehingga tersangka ditahan, jelas Pardede.

Berdasarkan hasil perhitungan BPKP Perwakilan Propinsi Sumut, kerugian negara mencapai Rp.215 juta. Dan tersangka belum mengembalikan kerugian tersebut.

Nixon juga menambahkan jika berkas akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Medan, sebelum habis masa 20 hari nya. Tim jaksa yang menangani perkara tersebut langsung dipimpin Kasi Pidsus Nixon Lubis, dibantu Elyna Simanjuntak, Fatah Chotib Udin, Robert Damanik dan Firdaus Maha.

Kasi Pidsus juga menjelaskan, jika saat ini hanya HS yang menjadi tersangka. Kemungkinan akan ada tersangka lain berdasarkan pemeriksaan hasil persidangan nantinya, jelas Nixon lagi.