MEDAN, HETANEWS.com - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, melakukan sidak ASN pada hari pertama kerja setelah lebaran, Senin (17/5). Saat sidak dia menyoroti pakaian ASN hingga antrean masyarakat di pelayanan Samsat.

Saat sidak, Edy memantau kondisi ASN di 5 kantor dinas Pemprov Sumut yakni Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Inspektorat Sumut, Kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) Samsat Medan Utara, Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta Dinas Perkebunan.

Saat mengunjungi Dinas PKP, Edy menegur seorang ASN karena tidak mengetahui tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) sewaktu ditanya. Dia lalu menegurnya. Diterbitkan kumparan.com

"Pekerjaan kalian ini untuk rakyat, jangan main-main, saya sering katakan kantongi itu tupoksi kalian setiap hari," ujar Edy

Di tempat itu, Edy mengarahkan seluruh ASN yang hadir harus bekerja lebih baik serta loyal kepada pimpinan. "Jangan bikin jelek instansi, kalau jelek satu orang, Pemprov juga jelek," katanya.

Edy pun menyoroti soal kerapian dan kedisiplinan pegawai. Sebab ia mendapati ada ASN yang seragamnya tidak rapi. Menurut Edy, kerapian sangat penting lantaran menandakan kesanggupan ASN dalam menjalankan tugasnya.

"Jika pakaian saja tidak rapi, bagaimana menjalankan tugas, bagaimana menyejahterakan rakyat," ucapnya.

Edy kemudian bergeser ke Kantor Pelayanan Samsat Medan Utara. Di sana, Edy melihat masih banyak masyarakat mengantre pelayanan Samsat.

Edy kemudian meminta pihak Samsat mencari solusi supaya antrean tidak mengular. Ia mengharapkan ke depan pelayanan seluruhnya dilakukan secara daring.

Mantan Pangkostrad ini sekaligus meminta jam pelayanan di Samsat lebih dipercepat agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama.

"Kasihan masyarakat seperti itu, ke depan jangan seperti ini lagi, coba buat perubahan," ucap Edy.

Selepas sidak, Edy menilai kinerja ASN usai libur lebaran tidak maksimal “ASN ini harus kita evaluasi, banyak yang hadir tapi main-main,” tutupnya.