SIANTAR, HETANEWS.com - Aksi pemalakan dilakukan dua pemuda terjadi di depan Toko elektronik ANUGERAH, parluasan, tepatnya di Jalan Sisimangaraja, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar.

Bahkan, aksi nekat tersebut sempat direkam warga menggunakan smartphone dan di posting oleh akun Facebook Liena Sari Tambunan di media sosial (Sosmed) yang viral hingga 153 kali dibagikan.

Dari keterangan vidio viral berdurasi 26 detik di facebook, kejadian itu terjadi, Minggu (16/5/2021) Pemilik akun mengasih keterangan, bahwa kejadian itu masih terjadi di Kota Siantar.

"Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," tulisnya.

Sementara, ciri-ciri kedua pelaku masing-masing berbaju kaos oranye dan kaos hitam putih dan mengenakan topi. Mereka seperti memeriksa kantong celana korban yang mengenakan kaos warna hitam.

"Sudah sering terjadi di parluasan. Tapi kenapa tidak ada niatan polres utk mendirikan pos jaga di parluasan, pajak horas untuk mempercepat pengaduan. Tiap tahun hari-hari besar ada saja itu pencopetan, pemalakan, karna mereka tau orang-orang yang lugu dan jarang ke kota dijadikan mangsa.

Cuman mau ngadu sama siapa wong teriak sampek abis pita suara pun gk ada yg bantu. Kadang bukan takut kelahi tpi berfikir jg karna uang 100 ribu ada yg kenak tusuk, kan sangat miris gitu. Nyawa terancam krna duit sgitu bagus di relakan," isi komentar akun Ekowardi Damanik.

Begitu juga dengan akun facebook Martohap Nainggolan, dia mengisih komentar di dalam vidio. 

"Kalau memang ini pemalakan. Oh Terminal lama Parluasan, bagaimanalah orang mau berani turun di Terminal lama Parluasan. Secara tidak langsung kasihanlah yang mengais rezeki halal disana ngak ada berani pengunjung. Maunya semua pelaku usaha, penjual roti/aqua ketengan yg disana kompak membasmi hal seperti ini," tulisnya seraya megasih tagar POLSEK Siantar Utara, PP Siantar Utara dan IPK Siantar Utara.

Menindaklanjuti vidio itu, sejauh ini Kapolsek Siantar Utara AKP Manaek Ritonga mengatakan, pihaknya tengah bekerja untuk menyelidiki video tersebut. 

"Saat ini kita sedang bekerja menyelidiki kebenaran video tersebut adalah pemalakkan," katanya saat dihubungi melalui telepon, Senin (17/5) siang sekira jam 14.30 WIB.

Lebih lanjut dikatakan, sejauh ini pihaknya juga masih belum menerima laporan pemalakkan seperti yang dimaksud pengunggah dalam video tersebut.

"Sejauh ini belum ada laporannya," tutupnya mantan Kasat Narkoba Polres Simalungun itu.